Yen dan Euro menguat atas Dolar AS. Jepang tidak membeli Obligasi Asing

by

Yen dan Euro menguat atas Dolar AS. Jepang tidak membeli Obligasi AsingFinanceroll – Yen Jepang menguat naik kembali atas Dolar AS dalam perdagangan mata uang Selasa (19/02). Kenaikan ini setelah Menteri Keuangan Jepang menolak bahwa Tokyo berencana untuk melakukan pembelian kembali obligasi, suatu langkah yang dianggap bisa menekan penguatan Yen.

OctaFX

Menteri Keuangan Taro Aso, menyatakan bahwa pemerintah Jepang tidak berkeinginan untuk melakukan pembelian obligasi asing sebagai bagian dari kebijakan moneter Jepang untuk menekan Yen. Pernyataan Aso ini sehari setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan bahwa pembelian Obligasi akan memberikan jalan bagi melemahnya Yen, sebagai pilihan yang bisa dilakukan oleh Bank Sentral Jepang dalam melakukan kebijakan moneter mereka.

Atas penegasan Menteri Keuangan ini, Dolar AS bergerak turun 0.3% ke 93.45 yen. Namun dalam perdagangan EURJPY, Euro justru naik ke ¥125.12.

Abe sendiri telah menekan Gubernur Bank Sentral Jepang untuk lebih bersikap agresif dalam menekan penguatan Yen Jepang saat ini. Disisi lain, Negara-negara industry dan berkembang yang terhimpun dalam Grup 20 (G20) akan mengadakan pertemuan dimana salah satunya adalah mengkritisi kebijakan Jepang yang dituding telah membuat Yen lebih lemah saat ini. Memang lemahnya suatu mata uang akan memberikan nilai lebih baik bagi sector eksportir dan keuntungan daya saing dengan pesaingnya.

Disisi lain, Menteri Ekonomi Jepang, Akira Amari berbeda pendapat dengan baik Aso maupun Abe dimana dikatakan bahwa apa yang menjadi kebijakan Abe tersebut akan berlaku apabila Negara dalam kondisi umum.

Euro Naik, meski Poundsterling melemah terhadap Dolar AS

FBS Markets Inc

Sementara itu, dalam perdagangan lainnya. EURUSD bergerak naik 0.4% ke $1.3391, setelah menemukan pijakan dari data ekonomi yang menyatakan indek sentiment investor membaik, diatas perkiraan awal. Pada perdagangan GBPUSD, bergerak menurun 0.3% ke $1.5427 sementara AUDUSD naik 0.5% ke $1.0358. Dolar AS sendiri memang melemah, terindikasi dari turunnya Indek Dolar AS sebesar 0.2% ke 80.450.  (Lukman Hqeem)