Yen lebih rendah pada saham, pertaruhan stimulus

Yen lebih rendah pada saham, pertaruhan stimulusFinanceroll~Yen diperdagangkan rendah setelah pergerakan saham global pekan lalu dan spekulasi tumbuh bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan meningkatkan upaya untuk memacu pertumbuhan,untuk aset perlindungan. Indeks dolar naik sebelum pernyataan Presiden Richmond Federal Reserve Jeffrey Lacker ,besok di Kolumbia. Padai pertemuan bank sentral AS terbaru berindikasi dapat mengurangi stimulus moneter tahun ini.

OctaFX

“Kelemahan yen terhadap dolar mungkin hanya sesaat,” kata Takuya Kawabata, seorang peneliti di Tokyo pada Gaitame.com. Yen berada pada oversold di atas 85 per dolar. ” Sedangkan terhadap Euro,Yen naik 0,1 persen menjadi 115.16 per euro, setelah membukukan penurunan 1,4 persen pekan lalu. Dolar berada dilevel $ 1,3059 per euro . Indeks dolar, naik 0,1 persen menjadi 80,558 dari akhir pekan lalu, ketika menyentuh 80,868, tertinggi sejak 22 November. naik 1 persen dalam tiga sesi terakhir. Indeks MSCI (MXWO) menguat 0,4 persen , me lonjak 3,3 persen untuk seminggu.

Kebijakan ‘Bold’
PM Jepang Shinzo Abe mengatakan bahwa masalah yang paling mendesak untuk keluar dari apresiasi mata uang dan deflasi. dengan kebijakan moneter ‘Bold’ sebagai salah satu dari tiga tindakan ekonomi, katanya. Bank of Japan akan mengadakan pertemuan pertama mereka 21-22 Januari. Pemerintah Jepang bermaksud untuk mempromosikan perluasan industri luar negeri dan menciptakan pasar baru. Tingkat RSI 14-hari dolar-yen berada di 17, di bawah tingkat 30 yang menunjukkan harga aset telah jatuh terlalu cepat dan mungkin siap untuk berbalik arah, merosot ke 15,5 .Trader menilai bahwa yen akan turun terhadap dolar AS,

Stimulus Akhir

Dolar naik pekan lalu setelah pertemuan Fed menunjukkan bahwa anggota dewan mengatakan mungkin akan berakhir dalam pembelian obligasi bulanan, putaran ketiga yang disebut pelonggaran kuantitatif, beberapa waktu pada tahun 2013. Jeffrey Lacker mengatakan stimulus moneter lebih lanjut tidak mungkin untuk meningkatkan pertumbuhan dan akan “menguji batas” dari kredibilitas bank sentral AS. “Pada titik tertentu, kita akan perlu menarik stimulus dengan menaikkan suku bunga dan mengurangi ukuran neraca ” katanya .

FBS Markets Inc

Sumber : Financeroll.co.id