Bursa Asia Tertekan Dalam, IHSG Melemah Tipis

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis, sebesar 2 poin menyusul aksi ambil untung investor domestik.  Padahal, dana asing mengalir deras masuk ke lantai bursa dengan nilai lebih dari Rp 800 miliar.  Mengawali perdagangan, IHSG dibuka terpangkas 12,927 poin (0,28%) ke level 4.621,524. Terseret arus negatif bursa-bursa di regional. Aksi ambil untung mengarah  saham-saham yang kemarin naik tinggi.

Selain itu, saham-saham unggulan langsung jadi sasaran aksi jual, pasalnya saham-saham ini kemarin sudah naik cukup tinggi. Untungnya aksi beli asing berhasil mendorong indeks kembali ke zona hijau. Indeks pun berhasil menembus lagi rekor intraday tertingginya sepanjang masa di level 4.656,128. Padahal, kemarin indeks baru saja mendapat rekor tertinggi di 4.634,451.

Pada akhir  perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 8 poin (0,19%) ke level 4.63,365 berhasil bertahan di zona hijau berkat aksi beli asing di tengah berjatuhannya bursa-bursa Asia ke teritori negatif. Indeks juga sempat menembus rekor intraday tertinggi.

Investor asing masih getol berburu saham, kali ini menyasar saham-saham lapis dua. Beberapa saham unggulan terkena aksi ambil untung yang dilakukan investor lokal.  Mengakhiri perdagangan, Kamis (21/2), IHSG ditutup menipis 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup berkurang 0,284 poin (0,04%) ke level 790,711.

Tercatat aksi ambil untung yang dilakukan investor lokal membuat indeks tak mampu balik arah ke zona hijau. Transaksi asing hingga sore hari ini terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 182.216 kali pada volume 7,922 miliar lembar saham senilai Rp 6,428 triliun. Sebanyak 77 saham naik, sisanya 167 saham turun, dan 112 saham stagnan.

Di sisi lain, penghentian stimulus oleh bank sentral AS dikhawatirkan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Hal ini membuat investor regional mengamankan aset dengan melepas saham, akibatnya bursa-bursa di Asia berjatuhan di zona merah.

Adapun situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini antara lain: Indeks Komposit Shanghai anjlok 71,23 poin (2,97%) ke level 2.325,95, Indeks Hang Seng 400,74 poin (1,72%) jatuh ke level 22.906,67, Indeks Nikkei 225 berkurang 159,15 poin (1,39%) ke level 11.309,13, dan Indeks Straits Times turun 26,04 poin (0,79%) ke level 3.282,85.

Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya saham Lion Metal (LION) naik Rp 1.200 ke Rp 13.000, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 900 ke Rp 5.150, Lionmesh (LMSH) naik Rp 2.700 ke Rp 16.700, dan Indosprings (INDS) naik Rp 300 ke Rp 6.950.

Sedangkan saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain saham Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 600 ke Rp 2.950, Centris (CMPP) turun Rp 280 ke Rp 850, Century Textille (CNTX) turun Rp 1.200 ke Rp 4.800,dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 15.150.