Bursa Asia Tertekan, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih sanggup bertahan di zona positif, meskipun saham-saham di Asia terpuruk di jalur merah. IHSG pada pembukaan perdagangan pagi ini naik 22,21 poin atau 0,48 persen ke 4.624,27.

OctaFX

Pada pagi ini, IHSG mencatat transaksi sebesar Rp 208,146 miliar dari 275,531 juta lembar saham diperdagangkan. IHSG dibuka dengan 44 saham menguat, 76 saham melemah, dan 92 saham stagnan. Selain itu investor asing terpantau mencatat aksi beli sebesar Rp 26,454 miliar.

Indeks LQ45 turun 1,98 poin atau 0,3 persen ke 789,01, indeks IDX30 melemah 0,94 poin atau 0,2 persen menjadi 401,43, dan Jakarta Islamic Indeks (JII) merosot 2,20 poin atau 0,4 persen ke 622,41.  Hanya sektor aneka industri naik 0,6 persen, manufaktur naik 0,1, dan industri dasar naik 0,2 persen. Sektor agrikultur merosot 0,4 persen, konsumsi turun 0,2 persen,  dan tambang turun 0,3 persen.

Pada bursa  Asia semua saham kompak melemah, dengan saham Shangai turun 35,83 poin atau 1,49 persen, indeks Hang Seng merosot 327,20 poin atau 1,40 persen, indeks Nikkei anjlok 82,54 poin atau 0,72 persen, dan indeks Straits Times menurun 10,30 poin atau 0,31 persen.

IHSG kemarin mendapat dorongan dari rencana aksi korporasi baik merger maupun akuisisi yang terjadi di AS.  Hari ini IHSG kami proyeksikan bergerak konsolidasi dengan kisaran 4.609-4.650.

Sedangkan  saham-saham yang menguat (top gainers) antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 51.200, saham PT Jaya Real Property Tbk (JPRT) naik Rp 400 ke Rp 4.000, dan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik Rp 250 ke Rp 8.250.

FBS Markets Inc

Saham-saham yang melemah (top losers) antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 8.600, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp 100 menjadi Rp 6.500, dan saham PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 7.650.