IHSG Berpeluang Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

by

IHSG Berpeluang Menguat, Sejumlah Saham Layak DipertimbangkanAnalisaToday – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (28/2) diprediksi berada pada rentang support 4.525-4.557 dan resisten 4.578-4.589.  Secara teknis, posisi ladder bottom pada middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali tertahan penurunannya dengan histogram yang mendatar.

Seperti yang diberitakan oleh Financeroll, The Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mencoba untuk bertahan dari pola downtrend.  IHSG cenderung bertahan di kisaran target resisten (4.550-4.578) meski sempat berada di bawahnya.  Dengan laju IHSG yang mencoba untuk tidak melemah seharusnya membuka peluang kenaikan lanjutan. Tetapi, harus didukung dengan sentimen yang ada.

Sementara itu,  saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran Rp 10.125-10.425. Tweezers bottom di bawah Middle Bollinger Bands (MBB). Laporan Keuangan akan dirilis pekan depan. Estimasi kinerja lebih baik untuk FY13 dengan pertumbuhan minimal 15%-18% akan tercapai. Trading buy selama di atas Rp 10.250. Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran Rp 23.950-25.300. White marubozu. The Relative Strength Index (RSI) masih dalam green area.

Meski downline tercatat turun 18%, di bawah estimasi kami namun, dapat diimbangi sentimen penguatan harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) dan pembangunan refinery di Mamuju Utara, Sulawesi Barat yang dapat beroperasi pada akhir semester I-2014. Maintained buy selama di atas Rp 25.125.

Untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  saham PT Gudang Garam (GGRM) dalam kisaran Rp 45.500-48.450. Bullish engulfing dekati UBB. Meski sempat dikabarkan produksi pabrik di Kediri terganggu erupsi Gunung Kelud, masih dapat diatasi dari peningkatan produksi di daerah lainnya dan masih tingginya minat masyarakat terhadap rokok. Trading buy selama di atas Rp 48.150.

Berikutnya saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran Rp 2.585-2.725. Money flow index (MFI) dan The Relative Strength Index (RSI) masih upreversal. Belum ada sentimen terbaru dengan kabar terakhir masih adanya masalah perpajakan atas penggabungan SCTV dan Indosiar. Limited high. Trading sell jika Rp 2.680 gagal bertahan.

Sedangkan saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) dalam kisaran Rp 1.810-1.910. Stochastic downreversal melewati Middle Bollinger Bands (MBB). Pelemahan dapat berlanjut pascakenaikan beberapa saat sebelumnya dan dengan adanya penilaian kinerja produksi serta distribusi AISA yang akan terganggu bencana banjir. Trading sell jika Rp 1.820 gagal bertahan.

Sementara saham PT Indofood CPB Sukses Makmur (ICBP) dalam kisaran Rp 10.875-11.250. The Relative Strength Index (RSI) mencoba upreversal. Sentimen positif datang dari rencana Grup Indofood dan Asahi Group Holding Ltd yang menargetkan penjualan minuman nonalkohol di Indonesia senilai Rp5 triliun pada 2017. Maintained buy selama di atas Rp 10.950.

Kemudian saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 8.900-9.150. The Relative Strength Index (RSI) dan MFI mencoba upreversal. Sentimen positif datang dari hasil RUPS yang menyetujui pembayaran dividen 30% dari laba bersih 2013 sebesar Rp 5,461 triliun dengan nilai Rp234 per lembar, lebih tinggi dari sebelumnya Rp 199 per lembar. Maintained buy selama di atas Rp 8.950.

Pada perdagangan Kamis (27/2) IHSG  ditutup menguat 36,22 poin (0,80%) ke posisi 4.568,94. Intraday terendah 4.530,136 dan tertinggi 4.575,329.  Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing kembali mencatatkan net buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell. [geng]

(ARP/AT)