IHSG Berpotensi Cetak Poin Lagi

by

IHSG Berpotensi Cetak Poin LagiAnalisaToday – Pada perdagangan Rabu (2/10) diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada kisaran support 4300-4325 dan resistance 4368-4387. Berpola menyerupai evening star di atas middle bollinger bands (MBB). MACD masih menurun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William’s %R, dan Stochastic masih downreversal.

Seperti yang diberitakan oleh Financeroll.co.id, laju IHSG berhasil bertahan di atas target support  (4275-4305) dan hampir mendekati target resisten (4410-4418)  diharapkan dapat mendorong terjadinya kenaikan lanjutan. Diperkirakan IHSG akan bergerak mixed di area yang positif hari ini.  IHSG berpotensi  mampu mencetak poin lagi setelah melihat bursa global dan regional yang rata-rata positif.

Deflasi di September juga mendorong pelaku pasar lakukan aksi beli. Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini: Indeks Nikkei 225 menguat 16,09 poin (0,11%) ke level 14.500,81 dan  Indeks KOSPI naik 7,08 poin (0,35%) ke level 2.005,95.

Setelah mengalami cukup tekanan, pada Selasa (1/10) kemarin  IHSG  berbalik arah menguat. Sebelumnya, pelaku pasar terimbas kepanikan dan kekhawatiran terhadap potensi terjadinya shutdown ekonomi AS akibat gagalnya tercapai kesepakatan dalam pembahasan anggaran AS. Adanya rilis data-data positif dari Asia memperbagus sentimen pada IHSG sehingga mampu berbalik menguat.

Tak hanya itu, adanya rilis deflasi dan surplusnya neraca perdagangan  yang disertai dengan penguatan nilai tukar Rupiah turut memberikan imbas positif bagi laju IHSG dan mampu menutup sentimen negatif dari pemberlakuan kenaikan GWM perbankan. Positifnya pembukaan pasar saham Eropa turut memberikan sentimen positif bagi IHSG.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4379,69 (level tertingginya) di awal sesi 2 dan menyentuh level 4314,96 (level terendahnya) di awal sesi dan berakhir di level 4316,18. Selain itu, volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy.

Di sisi lain, relatif naiknya Dow Jones dan bursa dunia serta cukup baiknya data inflasi dapat kembali memberikan dukungan. IHSG bergerak relatif menguat kemarin. Namun demikian, masih adanya aksi jual asing terlihat dapat memperlambat peluang penguatan.

Semalam Wall Street membuka bulan Oktober dengan naik cukup tinggi. Penguatan ini terjadi di tengah tutupnya pemerintahan Amerika Serikat (AS).  Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 62,03 poin (0,41%) ke level 15.191,70. Indeks Standard & Poor’s 500 menguat 13,45 poin (0,80%) ke level 1.695,00. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 46,50 poin (1,23%) ke level 3.817,98.

Sebagai informasi, manajemen PT Adira Dinamika Multifinance (ADMF) memutuskan menyerap seluruh permintaan yang masuk sekitar Rp 2.02 Triliun dari rencana awal emisi obligasi senilai Rp 1.5 Triliun. Dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk mendukung pembiayaan. ADMF menetapkan kupon Seri A bertenor 1 tahun sebesar 9.15%, Seri B sebesar 10.5%, dan Seri C sebesar 11%. Pencatatan obligasi akan dilakukan pada 23 Oktober.

Kemudian, PT Charoen Phokphand Indonesia (CPIN) pada 7 Oktober 2013 akan mulai mengoperasikan rumah potong ayam (RPA) di Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Sementara, pabrik makanan olahan berbahan ayam di lokasi yang sama akan mulai beroperasi pada awal tahun 2014 yang pada awalnya akan menghasilkan 1,000 ton produk ayam olahan per bulan. Hingga September 2013 CPIN telah memproduksi sekitar 5,000 ton produk olahan setiap tahun.

(ARP/AT)