IHSG Berpotensi Lanjutkan Pelemahan, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Tekanan aksi jual yang terjadi pada awal pekan kemarin diperkirakan masih berlanjut.   Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  di atas 1%  diprediksi bakal memicu aksi ambil untung lanjutan pada hari ini, Selasa (5/3).

OctaFX

Pada perdagangan hari ini,  IHSG diproyeksikan akan berada pada support 4.695-4.755 dan resistance 4.830-4.840.  Indeks berpola menyerupai bearish harami menjauhi upper bollinger bands (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak turun dengan histogram positif yang mendatar. The Relative Strength Index (RSI), William’s %R, dan Stochastic mulai terlihat menjauhi area overbought.

Setelah IHSG melewati target resistance, tampaknya tidak cukup kuat bertahan karena kuatnya aksi profit taking.  Secara psikologis, kondisi ini akan membuka peluang pelemahan lanjutan. Apalagi jika dari bursa saham global menunjukkan gejala yang sama yang mengarah pada pelemahan.

Sementara untuk sejumlah saha yang perlu dipertimbangkan antara lain: saham PT Unilever Indonesia (UNVR), trading buy dengan support Rp 22.700-22.850, resistance Rp 23.150-23.250 dan target harga Rp 23.150.  Bullish harami. Stochastic upreversal.  PT Wijaya Karya (WIKA), Buy on Weakness dengan support Rp 1.690-1.730, resistance  Rp 1.780-1.800 dan target harga Rp 1.700.  Double spinning. RSI masih menjauhi area overbought (OB).

Berikutnya saham PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS), Buy on Weakness dengan support Rp 1.270-1.290, resistance Rp 1.350-1.360, dan target harga Rp 1.310.  Inverted hammer. Stochastik dekati OB.  PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), trading buy dengan support Rp 4.325-4.425, resistance Rp 4.575-4.625, dan target harga Rp 4.600. Hammer dekati UBB.

Kemudian saham  PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 19.200-19.850, trading sell jika Rp 19.350 gagal bertahan; PT AKR Corporindo (AKRA) dalam kisaran Rp 4.475-4.675, trading buy selama di atas Rp 4.600.  PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dalam kisaran Rp 4.800-5.050, trading sell jika Rp 4.900 gagal bertahan; PT Kalbe Farma (KLBF) dalam kisaran Rp 1.250-1.350, trading buy selama di atas Rp 1.290; PT Bukit Sentul (BKSL) dalam kisaran Rp 250-310, trading sell jika Rp 280 gagal bertahan; dan PT Sierad Produce (SIPD) dalam kisaran Rp 58-68, trading buy selama di atas Rp 59.

Sebagai informasi, pada perdagangan Senin (4/3) IHSG ditutup melemah 50,15 poin (1,04%) ke posisi 4.761,461. Intraday terendah mencapai 4.744,478 dan tertinggi 4.825,699.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi menurun. Investor asing mencatatkan net buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.

Pelemahan bursa saham Asia non-Jepang dan maraknya kekhawatiran terhadap posisi IHSG yang dinilai (sudah) tinggi memicu banyaknya aksi jual.  Begitu juga sudah confirm-nya pelaku pasar terhadap rilis kinerja emiten-emiten besar.

Sedangkan bursa saham Asia melemah seiring dengan akan berlakunya rencana pengetatan pemerintah China terhadap pengajuan mortgage properti yang dikhawatirkan melemahkan sektor perumahan. Pemerintah bermaksud untuk men-cooling down sektor properti agar tidak terjadi bubble.

FBS Markets Inc

Hanya saja, reaksi pasar yang terjadi ialah negatif. Ditambah lagi dengan rilis data-data manufaktur China yang melemah sehingga menambah sentimen negatif.  Sementara, Nikkei menghijau setelah Gubernur Bank of Japan (BoJ) terpilih, Kuroda, menyampaikan pidatonya yang mendukung kebijakan pemerintah untuk percepatan stimulus.