IHSG Berpotensi Menguat Lagi, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  Senin (11/3) diprediksi berada pada support 4.825-4.860 dan resistance 4.888-4.915.   pada perdagangan Senin (11/3) IHSG akan berada pada support 4.825-4.860 dan resistance 4.888-4.915.  Indeks berpola menyerupai shooting star dekati upper bollinger bands (UBB).

Sementara  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali naik dengan histogram positif yang meningkat. The Relative Strength Index (RSI), William’s %R, dan Stochastic terlihat mulai sedikit downreversal.

Dapat direkomendasikan untuk  10 saham pilihan antara lain: saham  PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), trading buy dengan support Rp8.650-8.750, resistance Rp 9.000-9.050 dan target harga Rp 9.000.  Stochastic mencoba upreversal.  PT Media Nusantara Citra (MNCN), trading buy dengan support Rp 2.800-2.850, resistance Rp 2.975-3.000 dan target harga Rp 2.975.  RSI mencoba dekati area overbought.

PT Waskita Karya (WSKT), trading buy dengan support Rp 590-610, resistance Rp 650-670 dan target harga Rp 660.  Bullish engulfing di atas middle bollinger band.  PT Erajaya Swasembada (ERAA), trading buy dengan support Rp 2.825-2.900 resistance Rp 2.975-3.025 dan target harga Rp 2.975.  Piercing line. Stochastic upreversal.

Saham-saham lainnya, PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dalam kisaran Rp 4.475-4.675, trading buy selama di atas Rp 4.550,  PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp10.600-11.000, trading sell jika Rp 10.650 gagal bertahan.

Berikutnya saham PT Modern Land Realty (MDLN) dalam kisaran Rp 830-900, trading sell jika Rp 850 gagal bertahan; PT AKR Corporindo (AKRA) dalam kisaran Rp 4.650-4.825, trading sell jika Rp 4.725 gagal bertahan; PT Harum Energy (HRUM) dalam kisaran Rp 5.300-5.650, trading buy selama di atas Rp 5.450; dan PT Malindo Feedmill (MAIN) dalam kisaran Rp 3.000-3.150, trading buy selama di atas Rp 3.100.

Pada perdagangan Jumat (15/3) IHSG ditutup menguat 26,20 poin (0,54%) ke 4.874,495. Intraday terendah 4.853,146 dan tertinggi 4.904,477 sekaligus sebagai rekor sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI).  Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Rilis kenaikan data initial jobless claims, nonfarm productivity, dan consumer confidence AS secara tidak langsung memberikan sentimen positif bagi IHSG.  Penguatan IHSG juga seiring bursa saham regional yang positif setelah merespon rilis data ekspor China yang naik 21,8% pada bulan Februari.

Masih banyaknya sentimen positif dimanfaatkan IHSG untuk terus memperbarui rekor tertingginya.  Akan tetapi, jika melihat dari perdagangan intraday, ada kecenderungan pola yang menurun setelah menyentuh level tertinggi terbarunya tersebut.

Kenaikan di atas estimasi dari data Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang dan trade balance China turut menambah sentimen positif.  Ini juga memperkuat asumsi pelaku pasar bahwa ekonomi global berjalan menuju pemulihan.  Bursa saham Eropa masih menghijau setelah merespons rilis data-data ekonomi AS yang menunjukkan adanya pemulihan di sektor ketenagakerjaan dan optimisme bank sentral akan melanjutkan program stimulus ekonominya.  Sentimen positif tersebut dapat mengimbangi sentimen negatif dari penurunan data industrial production (MoM) Jerman.

Begitu juga dengan bursa saham AS masih menghijau dengan respons positif terhadap rilis kenaikan nonfarm payrolls dan private nonfarm payrolls yang diikuti dengan penurunan unemployment rate.  Rilis data-data ketenagakerjaan ini mengkonfirmasih rilis data sebelumnya dari penurunan initial jobless claims dan kenaikan nonfarm productivity.  Sama seperti IHSG, indeks saham AS pun kembali mengukir rekor terbarunya.