Indeks Harga Saham Gabugan Menguat 0,39 Persen

Indeks Harga Saham Gabugan Menguat 0,39 PersenAnalisaToday – Sentimen positif dari pasar regional mereda pada aksi jual di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada sesi pertama perdagangan hari ini, Indeks (IHSG) rebound, menutup 19.04 poin (0,39 persen) lebih tinggi pada 4,968.75.

Saham-saham berkapitalisasi besar bergerak naik setelah mengalami koreksi tajam pekan lalu. Bank BRI (BBRI) naik 1,7 persen menjadi Rp10,200 per saham, Astra International (ASII) naik 1,9 persen menjadi Rp6,725, sementara Indocement Tunggal Perkasa (INTP) naik 2,6 persen menjadi Rp21,625.

Satrio Utomo dari Universal Broker Indonesia mengatakan, kenaikan harga dapat diatribusikan pada petering keluar jual agresif investor asing. Perdagangan hari ini bahkan mencatat beli bersih asing tipis pagi ini.

“Meningkatkan bursa-bursa regional termotivasi investor asing untuk menghentikan penjualan agresif,” kata Satrio.

Mayoritas pasar saham Asia menguat sampai 12:00. Indeks Nikkei 225 naik 1,42 persen menjadi 15.930,94, Indeks Hang Seng naik 0,52 persen menjadi 23.184,24, dan Straits Times Singapura naik tipis 0,76 persen menjadi 3.253,24.

Sementara itu di pasar mata uang, dolar rebound terhadap mata uang global menyusul gaji rilis nonfarm. Nilai tukar rupiah turun 40 poin (0,33 persen) ke 12.218 per dolar AS.

Sementara itu cadangan devisa Indonesia turun sebesar US $ 60 juta dolar pada September 2014 – dari US $ 111.224.000.000 pada bulan Agustus 2014, menjadi US $ 111.164.000.000 di September 2014.

“Cadangan devisa Indonesia relatif stabil dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya,” kata Bank Indonesia (BI) Direktur Eksekutif Komunikasi, Tirta Segara di Jakarta.

Tirta mengatakan bahwa penurunan tersebut dapat dikaitkan dengan pemerintah pembayaran utang dan intervensi BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia didorong oleh penerbitan global yang sukuk dan pembayaran untuk ekspor minyak dan gas Indonesia, serta peningkatan secara keseluruhan dalam deposito valas di bank-bank di seluruh Indonesia. Posisi devisa Indonesia pada bulan September dapat digunakan untuk menutupi 6,5 bulan impor dan pembayaran utang 3 bulan di atas standar minimum internasional 3 bulan.

(Muhammad Rizal)