Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Dibuka Pada 11,49 Poin Senin Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Dibuka Pada 11,49 Poin Senin Pagi

11
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Dibuka Pada 11,49 Poin Senin PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan koreksi 11,49 poin atau 0,27 persen menjadi 4,197.94, mengirimnya ke bawah 4.200. Pada hari Senin, ekuitas regional diperdagangkan di volatil fashion, menanggapi keuntungan industri China yang lebih rendah.

Kepala NH Korindo Securities Reza Priyambada menjelaskan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) telah sangat dipengaruhi oleh pasar regional, yang khawatir tentang prospek dari China, ekonomi terbesar di Asia.

“IHSG mundur sebagai pasar regional mayoritas dibuka di wilayah negatif. Situasi ini mendorong pedagang lokal untuk menjual saham lebih,” katanya seperti dikutip kantor berita Antara.

Badan statistik China mencatat 8,8 persen penurunan tahunan laba industri sebagai Agustus, atau lebih buruk daripada 2,9 persen penurunan bulan Juli. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,03 persen oleh, China Indeks Shanghai turun 1,05 persen, dan Indeks Kospi Korea berkurang 0,22 persen. Sementara itu, Indeks Hangseng Hong Kong naik 0,43 persen.

Dari total 518 saham yang tercatat di BEI, hanya sembilan saham naik di sesi pembukaan Senin. Sementara itu, 27 saham turun, dan sisanya 487 stagnan. Tujuh dari sembilan indeks sektoral melemah, dipimpin oleh aneka industri, yang mengalami penurunan 1,38 persen pada sesi pembukaan.

Inflasi yang stabil tidak akan selalu berarti suku bunga yang lebih tinggi, dan bisa mencegah mata uang dari depresiasi lebih lanjut, kata Reza. Dia menambahkan bahwa ruang untuk kenaikan suku bunga terbatas mengingat risiko kredit meningkat di industri perbankan dan cadangan devisa menyusut.

“Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana bank sentral dan menteri keuangan akan menghentikan rupiah dari depresiasi lebih lanjut,” kata Reza.

Menurut Reza, amunisi Bank Indonesia terbatas, dengan cadangan menyusut lebih dari US $ 2 miliar pada bulan lalu. Investor, kata Reza, diperlukan jaminan bahwa kebijakan fiskal yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi akan dilaksanakan secara serius.

Peneliti senior HD Capital Yuganur Wijanarko, mengatakan bahwa meskipun penurunan IHSG pada pekan lalu, pasar senang memiliki konfirmasi kenaikan tarif dana Fed tahun ini, menyusul pidato dari kursi Federal Reserve Janet Yellen, Kamis.

(Reshie Fastriadi)