Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Ditutup Pada 20,45 Poin Kamis Sore

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Ditutup Pada 20,45 Poin Kamis Sore

30
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Ditutup Pada 20,45 Poin Kamis SoreAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup pada 20,45 poin atau 0,39 persen pada akhir sesi perdagangan Kamis, sedangkan Top 45 Indeks naik sebesar 5,06 poin atau 0,55 persen menjadi 927,39 poin.

“Setelah berdiam untuk sementara waktu, IHSG rebound setelah Standar and Poor (S & P) upgrade outlook utang Indonesia dari stabil menjadi positif,” kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo di Jakarta.

Menurut Utomo, prospek peningkatan bisa membantu indeks untuk melanjutkan ‘uptrend-nya – yang meningkatkan untuk jangka pendek.

“IHSG naik oleh sentiment. Namun, kenaikan tidak akan terlalu signifikan karena belum menempatkan kewajiban Indonesia untuk tingkat ‘investment grade’,” kata Utomo.

Seorang analis untuk HD Capital, Yuganur Wijanarko, menambahkan bahwa uptrend didorong oleh saham di sektor konstruksi, yang mendapatkan manfaat dari pembersihan anggaran pemerintah yang telah dialokasikan untuk proyek-proyek infrastruktur di kuartal kedua (Q2) 2015.

Catatan IHSG menunjukkan bahwa ada 230.934 transaksi dimana 4,14 saham batangan senilai Rp 4830000000000 diperdagangkan.

Sementara di Asia, indeks Hang Seng merosot 61,33 poin atau oleh 0,22 persen menjadi ditutup pada 27,523.72 poin, Nikkei naik sebesar 6.31 poin atau 0,03 persen menjadi 27,523.72 poin.

Perusahaan minyak dan gas telah meminta pemerintah untuk memperpanjang panjang kontrak dalam pengoperasian ladang baru, karena kebanyakan cadangan belum dimanfaatkan yang terletak di daerah laut.

Berdasarkan peraturan saat ini, kontrak bagi hasil (PSC) dapat bertahan hingga 30 tahun, yang mencakup periode eksplorasi dan eksploitasi. Hal ini dapat diperpanjang untuk maksimal 20 tahun.

“Hari ini, mungkin diperlukan waktu lima tahun untuk benar-benar menemukan [minyak atau gas] bukan satu tahun dulu. Dan sekarang Anda membutuhkan waktu delapan tahun untuk mengembangkannya bukan dua tahun. Jadi, kontrak 30-tahun tidak cukup panjang [untuk membuat proyek-proyek yang layak]. Saya pikir itu harus 40 tahun dari sekarang,” kata Stewart di sela-sela konvensi dan pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-39.

(Kikie Aditya)