Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Lebih Rendah Selasa Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Lebih Rendah Selasa Pagi

10
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Lebih Rendah Selasa PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada 4,566.83, tiga poin, atau 0,07 persen, lebih rendah dari penutupan kemarin di tengah gerakan dalam ekuitas Asia. LQ45 indeks 45 saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia (BEI), menolak 0,77 poin ke 784,61.

Kepala Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo memprediksi IHSG akan bergerak sideways antara 4533 dan 4619. Dia mengatakan bahwa di tengah kurangnya sentimen positif, investor mungkin hanya mengandalkan laporan keuangan untuk meningkatkan pasar.

“Perdagangan saham memasuki-laporan keuangannya di kuartal ketiga 2015. Sentimen akan datang dari data kinerja emiten sementara kita sedang menunggu Rapat Terbuka US Federal Komite [FOMC] pada tanggal 27-28 Oktober,” katanya seperti dikutip kantor berita Antara, Senin.

Pasar regional, ia lebih lanjut mengatakan, belum menawarkan sentimen positif karena kebanyakan dari mereka cenderung melemah. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,67 persen, Indeks Straits Times Singapura kehilangan 0,21 persen, sedangkan Indeks Nikkei Jepang menambahkan 0,27 persen.

Kepala NH Korindo Securities Indonesia, penelitian Reza Priyambada mengatakan indeks patokan Indonesia mungkin mencetak rally kecil untuk dimasukkan ke dalam wilayah positif pada Selasa, tapi itu akan sangat terbatas karena tekanan jual yang diperkirakan menjadi kuat.

“Meskipun gerakan IHSG telah muncul kuat dan di wilayah positif, kita harus mengawasi sifat menular dari pasar regional yang sebagian besar menunjukkan pergerakan sideways pagi ini.” ucap Reza.

PT Freeport Indonesia akan mendapatkan keuntungan pasar modal lokal jika diizinkan untuk melakukan divestasi saham wajib melalui penawaran umum perdana (IPO). Komisaris untuk pengawas pasar modal di OJK, Nurhaida, mengatakan bahwa IPO akan menjadi kesempatan yang baik bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat.

“Sebuah perusahaan dengan nilai besar di pasar modal akan meningkatkan kapitalisasi pasar secara signifikan,” kata Nurhaida di Jakarta, Senin.

Dengan melakukan IPO, Nurhaida mengatakan, Freeport akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan sebagai perusahaan terbuka, emas raksasa dan penambang tembaga harus mematuhi tata pemerintahan yang baik.

(Reshie Fastriadi)