Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Melemah Jumat Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Melemah Jumat Pagi

23
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Melemah Jumat PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,45 persen lebih rendah, turun 20,66 poin, di 4,584.56 pada hari Jum’at, seiring dengan pasar regional utama yang juga turun, menjelang rencana pemerintah untuk mengeluarkan paket stimulus ekonomi kelima.

Seorang analis di LBP Perusahaan, Lucky Bayu Purnomo, mengatakan investor mengantisipasi rilis laba Q3, memprediksi bahwa mereka akan mengungkapkan pertumbuhan majorly lebih lambat di kinerja keuangan perusahaan, menekan pasar.

“Indeks acuan saham ditutup lebih rendah setelah bergerak dalam area positif di pagi hari. Gerakan IHSG yang bervariasi karena investor cenderung ‘wait and see’ di tengah minimnya sentimen positif,” katanya seperti dikutip kantor berita Antara, Kamis di Jakarta .

Sementara itu, lanjutnya, faktor eksternal telah membawa sentimen negatif ke pasar karena pasar saham utama di Asia Pasifik melemah. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,63 persen dan Nikkei Jepang berkurang 0,64 persen. Singapura Straits Times naik 0,41 persen.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melihat volume perdagangan Kamis dari 231.849 transaksi, dengan 5,33 miliar saham berpindah tangan, senilai Rp 4,75 triliun (US $ 348.370.000).

“Karena ada banyak sentimen negatif, investor cenderung menghindari pasar untuk sementara waktu. Transaksi cenderung jangka pendek atau spekulatif,” kata Lucky.

Di sisi lain, lanjutnya, investor telah menjadi lebih peduli sebagai paket ekonomi baru dirilis tampaknya belum berlaku, sehingga mereka cenderung untuk menahan nafsu makan mereka membeli pada perdagangan Kamis. Kepala penelitian di NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada berpendapat bahwa investor memilih untuk tetap netral dalam menanggapi rencana pemerintah untuk merilis paket ekonomi kelima.

“Meskipun harapan positif menjelang paket ekonomi mendatang, investor sedang menunggu pelaksanaan paket sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pada hari Kamis bahwa Indonesia perlu melakukan diversifikasi ekspor dengan memperluas dari ekspor komoditas barang konsumsi juga untuk mengubah rebalancing ekonomi China menjadi sebuah kesempatan.

(Reshie Fastriadi)