Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  Melemah Pada Rabu Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  Melemah Pada Rabu Pagi

16
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  Melemah Pada Rabu PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada Rabu, sementara pasar saham lain di wilayah ini naik. IHSG melemah 0,34 persen menjadi 4,332.51, sementara indeks 45 saham paling likuid (LQ45) turun 3,68 poin atau 0,50 persen menjadi 728,93.

“IHSG di Bursa Efek Indonesia [BEI] melemah meskipun di pagi hari itu bergerak naik. Pelemahan IHSG itu, antara lain, dipicu oleh nilai tukar rupiah, yang berada di bawah tekanan,” kata analis First Asia Capital David Sutyanto.

Menurut David, pelemahan rupiah terhadap dolar AS bertemu dengan sentimen negatif pelaku pasar, karena mereka takut itu akan mempengaruhi kinerja perusahaan di BEI. Di sisi lain, ketidakpastian tentang kebijakan Federal Reserve pada suku bunga menambah kekhawatiran ini, kata David.

Kepala penelitian di Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, mengatakan bahwa revisi Bank Indonesia untuk prediksi pertumbuhan ekonomi untuk 2016 (5,3-5,7 persen menjadi 5,2-5,6 persen) juga memberikan kontribusi terhadap penurunan IHSG.

Pada perdagangan Rabu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 211.180 transaksi. Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 3730000000, senilai Rp 2,94 triliun. Sebanyak 131 saham naik, sementara 145 saham bergerak turun dan 92 saham stagnan.

Sementara itu di pasar regional, indeks Hang Seng menguat 511,43 poin oleh (2,38 persen) ke 21,966.66, indeks Nikkei naik 145,12 poin oleh (0,81 persen) ke 18,171.60, dan indeks Straits Times menguat 26,80 poin oleh (0,94 persen) ke 2,868.74.

Indonesia dan China berusaha untuk mendorong transaksi langsung antara mata uang dari dua negara, rupiah dan yuan, dalam upaya untuk meningkatkan kerjasama ekonomi mereka.

“Kegiatan Perdagangan dan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan China akan tumbuh lebih besar dan lebih luas, sehingga akan lebih baik bagi kita untuk melakukan transaksi langsung menggunakan rupiah dan yuan,” kata Menteri Negara BUMN Rini Sumarmo seperti dikutip Antara, Kamis.

Dia berbicara setelah menyaksikan penandatanganan perjanjian pinjaman antara tiga pemberi pinjaman negara, BNI, BRI dan Mandiri, dan Bank Pembangunan Cina (CDB). Rini mengatakan transaksi langsung menggunakan rupiah dan yuan yang ditujukan untuk melindungi dua mata uang dari setiap tekanan dolar yang disebabkan oleh permintaan yang tinggi dalam mata uang AS, yang mungkin terjadi jika Indonesia dan China masih menggunakan dolar AS dalam transaksi mereka.

(Reshie Fastriadi)