Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menguat Pada Jumat Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menguat Pada Jumat Pagi

20
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menguat Pada Jumat PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sedikit menguat pada pembukaan pada hari Jumat karena Federal Reserve AS mempertahankan suku dananya. IHSG dibuka 4,68 poin lebih tinggi, atau 0,11 persen, pada 4,383.06 sedangkan indeks saham paling likuid (LQ45) menguat 1,19 poin oleh, atau 0,16 persen, ke 742,16.

“The Fed memutuskan untuk mempertahankan tingkat dana diterima oleh pelaku pasar. Indeks cenderung bergerak hanya sedikit,” kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo di Jakarta, Jumat seperti dilansir kantor berita Antara.

Gerakan hati-hati dari investor dapat dipicu oleh pernyataan The Fed bahwa masih akan meningkatkan suku bunga tahun ini. Keputusan Fed pada apakah untuk meningkatkan tingkat atau tidak, akan dilakukan dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan depan.

“The menunda kenaikan tarif dana Fed telah menyebabkan ketidakpastian baru. Ketidakpastian dapat menyebabkan ketidakpastian lebih,” kata Satrio.

Sementara itu, analis Mandiri Sekuritas Hadiyansyah memperkirakan IHSG akan bergerak di antara 4.300 dan 4.415 poin.

“Kondisi pasar masih menurun. Tapi posisi saat menarik bagi investor jangka panjang konservatif dan mencari untuk memperkuat posisi ekuitas mereka,” kata Hadiyansyah.

Sementara itu, indeks bursa saham Asia lainnya yang bervariasi. Hang Seng menguat 182,14 poin (atau 0,83 persen) ke 22,036.77, Nikkei melemah 234,42 (atau 1,27 persen) ke 18,197.85 dan Straits Times menguat 16,86 (atau 0,58 persen) ke 22, 912,67.

Bank Indonesia telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 7,5 persen selama pertemuan dewan gubernur’di Jakarta, Kamis. Bank sentral juga memutuskan bahwa fasilitas pinjaman (Repo) tingkat dan tingkat deposit facility (Fasbi) harus tetap tidak berubah pada 8 persen dan 5,5 persen masing-masing.

“Keputusan ini sejalan dengan upaya untuk membawa laju inflasi kita lebih dekat dengan target kami dari 4 persen, plus atau minus 1 persen, pada tahun 2015 dan 2016,” kata direktur eksekutif departemen komunikasi BI Tirta Segara seperti dikutip kantor berita Antara di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Federal Reserve AS (Fed) berencana untuk meningkatkan suku bunga acuan akan berakhir spekulasi seputar nilai tukar rupiah.

(Reshie Fastriadi)