Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Meningkat Pada Kamis Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Meningkat Pada Kamis Pagi

16
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Meningkat Pada Kamis PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat 14,96 poin menjadi 4,502.09 pada pembukaan Kamis. Reli dilakukan dan membawa benchmark pasar saham ke 4,533.4 pada 9:30, didorong oleh 155 saham. Dengan nilai transaksi Rp 1,41 triliun (US $ 101.630.000) dan saham yang diperdagangkan mencapai 1,19 miliar. Analis Lautandhana Securindo Krishna D. Setiawan memprediksi IHSG akan terus naik hari ini, bergerak di sekitar 4459 untuk 4511 dengan indikator stochastic di 78.

“Titik maksimum adalah 100, sehingga ada sekitar 20 persen ruang untuk IHSG untuk meningkatkan sebelum sepenuhnya overbought,” katanya.

Sementara itu, perdagangan rupiah berfluktuasi. Di pasar spot, dibuka 0,31 persen lebih rendah pada Rp 13.828 per dolar AS, sedangkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan bahwa rupiah menguat 1,82 persen menjadi Rp 13.809 per dolar pagi ini.

Ekonom Universitas Sam Ratulangi Agus Tony Poputra memperingatkan bahwa apresiasi rupiah selama minggu-yang merupakan kabar baik – benar-benar sangat rentan karena didukung oleh tiga faktor.

Pertama, pertumbuhan ekonomi AS ‘belum memenuhi ekspektasi pasar. Kedua, paket ekonomi ketiga mungkin memiliki efek bumerang terhadap rupiah jika pelaksanaannya tidak seperti yang diharapkan, belum lagi kebijakan entitas pro-asing dalam paket yang dapat mengurangi kemandirian bangsa. Ketiga, intervensi BI di pasar spot Bank Indonesia hanya reaktif, bukan kebijakan preventif.

“Ini akan memaksa BI untuk menghabiskan jumlah tambahan cadangan devisa untuk memperlambat depresiasi rupiah ketika pasar volatile. Ini sangat akan mengurangi cadangan devisa negara,” kata Tony.

Pemerintah telah mengalokasikan lebih dari Rp 100 triliun dari suntikan modal ke perusahaan milik negara selama dua tahun terakhir.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan bahwa suntikan modal negara pada tahun 2016 akan fokus pada pembangunan infrastruktur dan kedaulatan energi, kedaulatan pangan dan keberlanjutan pinjaman kecil dan usaha kecil dan menengah (UKM).

PLN memperoleh pangsa terbesar dari suntikan modal saham, Rp 10 triliun, yang dialokasikan untuk elektrifikasi daerah terpencil dan pembangunan transmisi, selain proyek-proyek pembangkit listrik. BUMN lainnya diatur untuk menerima sejumlah besar suntikan modal termasuk perusahaan konstruksi Wijaya Karya (Rp 4 triliun), Hutama Karya (Rp 3 triliun) dan PT Pembangunan (Rp 2,25 triliun).

(Reshie Fastriadi)