Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Meningkat Pada Kamis Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Meningkat Pada Kamis Pagi

43
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Meningkat Pada Kamis PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menambahkan 7 poin, atau 0,16 persen, untuk mencapai 4,458.65 pada pembukaan Kamis, sinkron dengan rupiah, yang diperkuat dengan 0,15 persen menjadi Rp 13.580 per dolar AS. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa hanya 22 saham meningkat pada pukul 09:00, gainers terbesar adalah Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Telkom (TLKM).

Pada pasar spot, rupiah mencatat keuntungan sedikit, dari 0,15 persen, mencapai Rp 13.580 terhadap dolar. Pada 10 am rupiah telah mundur sedikit Rp 13.592 per dolar AS. Jakarta antarbank kurs dolar (JISDOR), sementara itu, tinggal di 13.575 per dolar AS.

Seorang peneliti dan analis di Fortis Asia Futures Andri Hardianto mengatakan rupiah menguat hari ini harus didukung oleh pasar global yang stabil. Namun, data di Indonesia penjualan bersih dari kuartal tiga, yang akan dirilis hari ini, bisa mengejutkan rupiah.

Spekulasi kuartal ketiga melihat defisit transaksi berjalan yang besar. “Di tengah sentimen campuran, rupiah bisa jatuh hari ini setelah dua hari pertumbuhan. Ini harus bergerak antara Rp 13.500 dan Rp 13.700 per dolar AS,” kata Andri.

Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan perhatian khusus untuk mengembangkan usaha menengah dalam persiapan untuk kompetisi yang diharapkan datang dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC). Menteri mengatakan negara anggota ASEAN harus bekerja sama erat dalam mengembangkan bisnis menengah.

“Hanya dengan sinergi pemilik usaha menengah dapat berhasil seperti yang kita masukkan Komunitas Ekonomi ASEAN yang akan datang,” kata Puspayoga, Rabu seperti dikutip tempo.co.

Dalam rangka meningkatkan daya saing usaha menengah, Puspayoga melanjutkan, pemerintah memberikan dukungan melalui sejumlah saluran termasuk dengan mengurangi akses ke pembiayaan.

“Suku bunga pinjaman yang digunakan untuk menjadi 22 persen kini telah diturunkan menjadi 12 persen, dan pada tahun 2016, mereka akan menjadi 9 persen,” kata Puspayoga.

(Reshie Fastriadi)