Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menugat Pada Jumat Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menugat Pada Jumat Pagi

30
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menugat Pada Jumat PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada hari Jumat sebagai roh dari investor naik bersama dengan pembelian sejumlah saham domestik. IHSG naik 20,18 poin, atau 0,46 persen, ke 4,363.44 pada sesi pembukaan, sementara indeks 45 saham paling likuid (LQ45) menguat 5,16 poin (0,71 persen) ke 736,65.

Analis dari Mandiri Sekuritas Hadiyansyah mengatakan di Jakarta, bahwa harga minyak sawit mentah (CPO) yang bergerak ke atas, setidaknya dalam jangka pendek, mendorong harga saham untuk produk perkebunan di Indonesia dan membantu saham IHSG untuk tumbuh.

“Sektor ini bisa menjadi pilihan yang lebih disukai untuk transaksi jangka pendek karena harga saham CPO meningkat,” kata Hadiyanshah seperti dilansir kantor berita Antara.

Saham konstruksi, Hadiyanshah menambahkan, juga bisa menjadi pilihan yang baik karena harga beberapa saham di sektor ini masih rendah, yang dapat dilihat sebagai kesempatan bagi investor jangka panjang.

“Lintasan IHSG pada hari Jumat akan bervariasi tetapi dengan penguatan terbatas. Berbagai prediksi pergerakan adalah antara 4269 dan 4415,” katanya.

Sementara itu, Kepala Saham Analis Association Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan mengatakan bahwa di tengah maraknya sentimen negatif, terutama dari faktor eksternal, investor sedang menonton sentimen domestik.

Menurut Haryajid, paket kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia disambut hangat oleh investor, khususnya sehingga upaya untuk memperkuat kontrol inflasi dan untuk mendukung sektor riil sebagai kekuatan ada bisa menstabilkan rupiah.

“Kebijakan BI secara langsung mempengaruhi sektor keuangan. Mudah-mudahan, nilai rupiah sekarang akan menjadi stabil,” tambahnya.

Selain itu, meskipun permintaan telah menurun tajam karena perlambatan ekonomi, Indonesia tetap menjadi pasar terbesar untuk alat berat di Asia Tenggara, seorang eksekutif senior sangat beragam Sumitomo Group Jepang telah mengatakan.

Shoji Uchida, Presiden Direktur PT Sumitomo SHI Construction Machinery Indonesia, unit lokal dari anak perusahaan mesin konstruksi, mengatakan di Jakarta, bahwa permintaan alat berat di Indonesia diperkirakan berjumlah antara 4.000 dan 5.000 unit tahun ini, substansial lebih tinggi dari sekitar 3.000 unit di Thailand, pasar terbesar kedua di Asia Tenggara.

(Reshie Fastriadi)