Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menurun Pada Selasa Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menurun Pada Selasa Pagi

32
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menurun Pada Selasa PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit menguat pada sesi perdagangan akhir Senin di tengah harapan penurunan suku bunga acuan (BI rate) Bank Indonesia. IHSG naik 10,71 poin atau oleh 0,20 persen menjadi 5,237.81, sementara indeks 45 saham paling likuid (LQ45) menguat 2,39 poin (0,26 persen) ke 909,12.

Kepala penelitian di Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, mengatakan saham-saham di sektor perbankan telah menguat karena pasar berharap bank sentral akan menurunkan suku BI.

“IHSG ditutup di atas level psikologis, menunjukkan bahwa tidak ada tanda negatif. Namun, pelaku pasar cenderung ‘wait and see’ tentang kebijakan dari bank sentral dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan dewan gubernur pekan ini; sehingga, gerakan indeks terbatas,” katanya seperti dikutip Antara di Jakarta, Selasa.

Satrio mengatakan pelaku pasar asing yang masih menjual saham menjadi salah satu faktor yang mencegah IHSG dari penguatan lebih lanjut.

Bursa Efek Indonesia mencatat bahwa pelaku pasar asing membukukan net sell asing sebesar Rp 450.230.000.000 (US $ 34.220.000) pada hari Senin. Dalam sesi perdagangan Senin, BEI mencatat 191.563 transaksi dengan volume 4,02 miliar saham senilai Rp 3,77 triliun. Sebanyak 161 saham menguat dan 130 saham melemah sementara 111 saham stagnan.

Di pasar regional, Indeks Hang Seng melemah 231,03 poin oleh (0,83 persen) ke 27,591.25, Indeks Nikkei naik 157,35 poin oleh (0,80 persen) ke 19,890.27 dan indeks Straits Times melemah 3,53 poin oleh (0,10 persen) ke 3,459.57.

Sementara itu, nilai tukar rupiah diperdagangkan di antara bank-bank di Jakarta pada Senin sore melemah 91 poin dengan Rp 13.151 per dolar AS dari Rp 13.060.

“Dolar AS menguat terhadap beberapa mata uang Asia, termasuk rupiah, karena pelaku pasar keuangan mengambil posisi profit taking setelah pekan lalu,” kata Kepala Monex Investindo Futures Ariston Tjendra penelitian seperti dikutip Antara di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan investor saat ini menunggu beberapa indikator ekonomi lainnya seperti data pada konstruksi perumahan AS yang akan dirilis pada hari Selasa dan hasil pertemuan Federal Open Market Committee pada Rabu waktu setempat.

(Muhammad Rizal)