Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menurun Pada Selasa Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menurun Pada Selasa PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,79 persen, atau 35,38 poin pada 4,464.13 pada hari Selasa, setelah pasar ekuitas Asia yang sebagian besar dibuka turun juga. Seorang analis senior di Samuel Sekuritas, Muhammad Alfatih memprediksi IHSG akan mengikuti rupiah. Jika mata uang menguat, ia berpendapat, pasar memiliki alasan untuk memperkuat.

OctaFX

“Jika rupiah lebih kuat maka IHSG akan memiliki kesempatan untuk rebound,” katanya seperti dikutip kontan.co.id Selasa di Jakarta.

Pada Selasa pagi, situasi dalam negeri belum memberikan tumpangan untuk patokan pasar saham. Sebagian besar pasar saham di seluruh Asia juga memiliki awal yang buruk. S & P NZX Indeks Selandia Baru turun 0,7 persen, Australia S & P / ASX 200 Index turun 1,2 persen, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,5 persen sementara Indeks Topix Jepang turun 0,8 persen.

Bursa Efek Indonesia (BEI) data menunjukkan bahwa 113 saham menurun, 38 saham naik dan 56 saham tidak berubah. Nilai transaksi pada pembukaan Selasa mencapai Rp 552.730.000.000 (US $ 40.540.000) dengan 503.160.000 saham yang diperdagangkan.

Dengan asumsi bahwa rupiah belum menghargai, Alfatih memprediksi IHSG akan menurun selama perdagangan Selasa, setelah bergerak antara 4.465 dan 4.540. Rupiah dibuka melemah di Rp 13.653 per dolar AS, tapi kemudian sedikit menguat ke Rp 13.624. Rupiah harus meningkat pada akhir perdagangan Selasa, kata seorang peneliti dan analis PT Fortis Asia Futures, Andri Hardianto.

“Depresiasi rupiah bukan yang terburuk di kawasan itu. Rupiah akan kembali setelah bergerak di kisaran Rp 13.565-Rp 13.750,” katanya kepada kontan.co.id.

Sentimen baik untuk rupiah harus datang dari data kepercayaan bisnis di Indonesia dari kuartal ketiga serta Oktober angka penjualan ritel. Kedua alat pengukur harus dikeluarkan hari ini, dan keduanya diprediksi akan meningkat.

FBS Markets Inc

(Reshie Fastriadi)