Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menurun Pada Senin Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menurun Pada Senin Pagi

48
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menurun Pada Senin PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 12,76 poin pada pembukaan Senin, untuk 4,442.42, dan menjatuhkan poin lebih lanjut 28,48, atau 0,64 persen, pada 09:20 untuk 4,426.69. Bursa Efek Indonesia (BEI) data menunjukkan bahwa 102 saham jatuh dan 58 saham meningkat. Total nilai transaksi mencapai Rp 452.270.000.000 dengan volume transaksi 530.060.000 saham.

Kepala penelitian di NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memperkirakan indeks saham akan berkisar antara level support 4.420 untuk 4.445 dan level resistance 4.465 dari 4.501 ke. Jika sentimen positif tetap terbatas, IHSG akan menurun lebih lanjut katanya.

“Sebuah data ekonomi yang dirilis pada awal bulan harus menyediakan sentimen positif dan kemudahan melemahnya,” kata Reza seperti dikutip kontan.co.id, Senin di Jakarta.

Rupiah, sementara itu, menguat terhadap dolar AS di pasar spot, Rp 13.670 di 8:30, lebih kuat dari posisi penutupan pekan lalu dari 13.684. Seorang peneliti dan analis PT Fortis Asia Futures, Sri Wahyudi, mengatakan bahwa data manufaktur China akan membantu rupiah untuk menguat lebih lanjut sejauh Rp 13.500 terhadap dolar.

Sementara itu, laba bersih perusahaan farmasi PT Kalbe Farma telah stagnan pada September, dibandingkan tahun lalu dan perusahaan memprediksi pertumbuhan laba tahun yang akan turun karena perlambatan ekonomi dan rupiah yang lemah.

Kalbe, sebuah produsen obat publik, melaporkan pada Jumat bahwa laba bersih mengalami stagnasi Rp 1,5 triliun pada akhir kuartal ketiga dibandingkan dengan Rp 1,49 triliun itu dipesan pada periode yang sama tahun lalu. Namun, penjualan bersih naik sekitar 3 persen menjadi Rp 12760000000000 pada sembilan bulan pertama tahun ini, dari Rp 13130000000000 pada periode yang sama tahun lalu.

Sebaliknya, pendapatan dan bersih keuntungan perusahaan tumbuh sebesar 11,54 persen dan 8,76 persen year-on-year (yoy), masing-masing, dalam periode Januari-September tahun lalu. Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa perusahaannya sedang menghadapi tantangan dari kondisi makro ekonomi yang tidak menguntungkan.

(Reshie Fastriadi)