Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menurun Pada Senin Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menurun Pada Senin Pagi

24
0
SHARE

IHSG Dan Rupiah Bergerak Ke Level Berikutnya Rabu PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun 13,13 poin pada pembukaan, untuk 4,553.42, sementara rupiah di pasar spot melemah 0,67 persen ke 13.655 per dolar AS. Pada pukul 10:20, patokan pasar saham telah turun lebih lanjut 48,53, atau 1,06 persen, ke 4,518.02. Secara keseluruhan, ada 154 saham yang mengalami penurunan, 48 saham yang tumbuh dan 76 saham tidak berubah.

Kepala penelitian di NH Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan bahwa IHSG akan berkisar antara level support 4,534-4,550 dan tingkat resistensi dari 4,589-4,615. Dia berargumen pasar telah mengantisipasi tanda-tanda yang lebih rendah Bank Indonesia (BI) rate.

“Sebuah tren penurunan jangka pendek telah muncul, tetapi beberapa investor masih mendukung IHSG dengan mengukur pembelian,” katanya seperti dikutip kontan.co.id.

Rupiah juga telah diletakkan di bawah tekanan karena faktor eksternal telah terpojok mata uang sejak Federal Reserve AS mengisyaratkan bahwa tingkat dana bisa dinaikkan tahun ini. Seorang analis di SoeGee Futures Nizar Hilmy mengatakan data ekonomi AS telah cukup padat, seperti data pekerjaan, dan bahwa rata-rata upah telah tumbuh di luar harapan.

“Data itu membuka lebih banyak ruang untuk kenaikan suku bunga tahun ini,” kata Nizar, menambahkan bahwa rupiah bisa jatuh serendah Rp 13.450 atau Rp 13.600 terhadap dolar hari ini.

Ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh kurang dari 5 persen tahun ini, jauh dari target 5,7 persen yang tercantum dalam APBN 2015. Dalam keadaan saat ini, akan sulit untuk mencapai bahkan tingkat pertumbuhan 5 persen pada tahun 2015.

Firmanzah dari Universitas Paramadina di Jakarta mengharapkan perekonomian negara berkembang dengan hanya 4,75-4,8 persen tahun ini. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi tahunan 4,73% pada kuartal ketiga (Q3) 2015.

“Dari awal 2015 hingga akhir kuartal ketiga, tingkat pertumbuhan di bawah 5 persen. Akan ada pertumbuhan tipis pada kuartal terakhir 2015, kemungkinan sebesar 4,75 persen atau 4,8 persen,” kata Firmanzah di Jakarta.

(Reshie Fastriadi)