Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Mundur Pada Rabu Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Mundur Pada Rabu Pagi

25
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Mundur Pada Rabu PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mundur 0,73 persen, atau 32,03 poin, menjadi 4,344.04 pada pembukaan Rabu, menghapus gain 0,23 persen dari awal hari. Koreksi terjadi ketika mayoritas pasar saham Asia yang terlibat. Shanghai Composite Index China naik 0,9 persen, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,2 persen, Australia S & P / ASX 200 naik 0,7 persen dan Kospi Korea Selatan naik 0,9 persen.

“Kurangnya sentimen positif dari fundamental ekonomi Indonesia yang dipimpin indeks ke wilayah negatif,” ucap kepala penelitian di First Asia Capital David Nathanael Sutyanto.

Bank Pembangunan Asia, tambahnya, memberikan tekanan tambahan pada pasar setelah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia turun 2.015-4,9 persen, dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,5 persen.

Investor asing tercatat Rp 110.600.000.000 dari penjualan bersih, menekan 178 saham, atau 49,7 persen dari saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Semua investor diperdagangkan total 6,19 miliar saham dengan volume transaksi hari ini mencapai Rp 4270000000000.

Yang tak kalah meninggi pada perdagangan Selasa adalah PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), yang jatuh 4,83 persen, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), jatuh 4,39 persen, dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), yang mengalami penurunan sebesar 3,92 persen. Menurut data BEI, tujuh dari sepuluh indeks sektoral mengalami penurunan, dipimpin oleh Indeks Konsumen yang turun 1,74 persen, diikuti oleh Indeks Infrastruktur yang turun 0,96 persen.

Sebaliknya, Indeks Pertambangan naik 0,22 persen, Indeks Pertanian naik 0,22 persen, dan Indeks Miscellaneous menambahkan 0,15 persen. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan bahwa proyek bank sentral bahwa nilai tukar rupiah akan duduk antara Rp 13.700 dan Rp 13.900 per dolar AS pada tahun 2016. Hal ini didasarkan pada prediksi bahwa rupiah akan menguat pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini, setelah melayang sekitar Rp 14.000 pada kuartal pertama, ia menambahkan.

“Rupiah saat ini ‘undervalued’ dan ‘melampaui’ karena arus masuk modal terbatas dan pembalikan di pasar modal. Banyak eksportir dan pembeli mata uang asing telah agak enggan untuk menjual dolar mereka, menyebabkan saldo negatif pembayaran pada kuartal kedua. Namun, situasi akan lebih optimis pada kuartal ketiga dan keempat,” kata Agus seperti dikutip kantor berita Antara, Selasa.

(Reshie Fastriadi)