Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Naik Pada Jumat Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Naik Pada Jumat Pagi

7
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Naik Pada Jumat PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 6,3 poin atau 0,15 persen menjadi 4,250.73 pada pembukaan Jumat, karena selera risiko investor masih terbatas karena kurangnya sentimen positif di pasar. Indeks LQ45 menguat 0,23 persen menjadi 709,47.

“IHSG maju sedikit, beberapa investor yang mengumpulkan sejumlah saham. Tapi kemudian berayun kembali ke area negatif, karena kurangnya berita positif yang memaksa investor untuk menjual saham,” ucap kepala penelitian di NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, seperti dikutip kantor berita Antara.

Sentimen eksternal yang mempengaruhi pasar, Reza melanjutkan, datang dari bank sentral AS (The Fed). Ketua Fed Janet Yellen akan menyampaikan pidato di New York pada hari Kamis yang dapat menyebabkan waktu lebih pasti untuk tingkat dana peningkatan Fed tahun ini.

“Ketidakpastian akan terus mendorong investor untuk tetap keluar dari pasar keuangan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia,” kata Reza.

Di Asia, pasar ekuitas turun karena para investor menimbang komentar pejabat Federal Reserve tentang waktu kenaikan suku bunga AS dan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi China. Indeks MSCI Asia Pacific turun 1,1 persen menjadi 124,43 pada 04:14 di Hong Kong.

Indeks Topix Jepang turun 2,4 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1 persen, sedangkan Hang Seng China Enterprises Index turun 1,1 persen. Indeks S & P BSE Sensex India menguat 0,4 persen dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,1 persen.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menyatakan bahwa melemahnya rupiah terhadap dolar AS akan terus menekan pasar saham.

“Depresiasi rupiah terus akan menjadi faktor utama untuk IHSG. Investor harus menunggu dan melihat pendekatan sambil menunggu sinyal positif,” kata Satrio.

Rupiah berada di 14.706 per dolar AS pada 9:30 waktu Jakarta, melemah dibandingkan penutupan Rabu pada 14.684 per dolar.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan pulih tahun depan, didukung oleh kenaikan investasi publik dan reformasi ekonomi, kata laporan baru Bank Pembangunan Asia (ADB) yang dikeluarkan pada hari Selasa.

Dalam update untuk publikasi ekonomi tahunan andalannya, “Asian Development Outlook 2015”, ADB memperkirakan bahwa produk domestik bruto Indonesia (PDB) akan tumbuh sebesar 5,4 persen pada 2016, dipangkas dari prediksi 6,0 persen yang dibuat pada Maret namun masih lebih dari pertumbuhan 4,9 persen yang diperkirakan tahun ini.

(Reshie Fastriadi)