Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Naik Pada Selasa Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Naik Pada Selasa PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada catatan positif selama sesi perdagangan pada Selasa pagi, naik 0,13 persen mencapai 5,151.78. Saham blue-chip juga menguat 0,2 persen mencapai 872,05.

“Indeks di Asia, termasuk Indonesia, relatif stagnan meskipun dengan sedikit peningkatan pagi ini, karena investor menunggu untuk melihat waht keluar dari Federal Reserve AS besok pertemuan [Rabu],” kata analis Samuel Sekuritas Aiza di Jakarta, Selasa (16/9).

Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan direktur pelaku pasar juga menunggu untuk melihat perubahan apa yang akan dilakukan di Kabinet pemerintahan baru.

“Investor akan memutuskan apakah perubahan akan mempromosikan efisiensi yang lebih besar dan mengurangi birokrasi,” kata Ito.

Di pasar regional, indeks Korea Selatan KOSPI menguat 0,28 persen, sementara Nikkei Jepang dan Singapura Straits Times melemah 0,31 persen dan oleh 0,4 persen, masing-masing, pada Selasa pagi.

Charoen Pokphand Indonesia, negara produsen bahan baku terbesar dengan kapitalisasi pasar Rp 69 triliun ($ 5.700.000), naik 6,7 persen menjadi ditutup pada Rp 4.205 sepotong. Saham membantu Composite Index (IHSG) inci sampai 0,02 persen menjadi 5,114.90 pada hari Senin, reklamasi beberapa kerugian 1,4 persen pekan lalu.

Lebih dari 6,1 miliar saham senilai Rp 4,7 triliun berpindah tangan pada hari Senin, dengan investor asing akuntansi untuk 36 persen dari perdagangan, jual Rp 578.000.000.000 lebih dari yang mereka beli.

IHSG dan China Shanghai Composite Index adalah dua bursa regional utama yang diperoleh, karena investor cemas menunggu rencana Federal Reserve AS untuk meredakan langkah-langkah stimulus. Komite Fed bertemu hari ini dan Rabu.

Indocement Tunggal Prakarsa, produsen semen terbesar kedua di Indonesia, melonjak 3,7 persen menjadi Rp 24,000 sepotong, memimpin kenaikan 2,6 persen di sektor industri dasar. Sementara itu, Indosat, operator seluler ketiga terbesar di negara, naik 4,6 persen menjadi Rp 4.000.

Bank Rakyat Indonesia, pemberi pinjaman terbesar keuangan mikro dunia, turun 1,4 persen diperdagangkan pada Rp 10.425 sepotong, memimpin penurunan 0,4 persen di sektor keuangan.

Nilai tukar rupiah melemah 0,4 persen untuk perdagangan di 11,875 terhadap dolar AS, data Bank Indonesia menunjukkan, sementara obligasi pemerintah jatuh tempo pada 2024 menghasilkan 8,2921 persen, naik dari 8,2385 persen pekan lalu, menurut Badan Harga Obligasi Indonesia.

(Muhammad Rizal)