Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rebound Selasa Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rebound Selasa Pagi

69
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rebound Selasa PagiAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound pada Selasa pagi, 9,77 poin (0,22 persen) lebih tinggi dari perdagangan hari sebelumnya untuk 4,464.95 pada hari Senin, menyusul harga konsumen deflasi rekaman indeks bulan Oktober dari 0,08 persen.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan rilis data inflasi yang positif telah mendorong kepercayaan investor.

“Data ekonomi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik [BPS] melihat ekspektasi pasar saling bertemu, sehingga mendukung IHSG. Pada akhir sesi penutupan, beberapa investor akumulasi saham setelah penjualan besar-besaran di sesi pertama,” katanya seperti dikutip kantor berita Antara di Jakarta.

Di tengah sentimen yang baik, lanjutnya, indeks saham akan melayang-layang di sekitar 4416 dan 4545 dan cenderung menguat pada perdagangan Selasa. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat frekuensi perdagangan 231.373 kali, melibatkan 2,87 miliar saham senilai Rp 3760000000000 (US $ 201.640.000). Sebanyak 118 saham naik, 166 saham jatuh, sedangkan sisanya 75 saham tidak berubah. Di seluruh wilayah, Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,19 persen, Indeks Nikkei Jepang tergelincir 2,1 persen, dan Indeks Straits Times Singapura menarik 0,8 persen.

Setelah mengakuisisi saham 8,1 persen di perusahaan minyak dan gas Jakarta-PT Sugih Energy terdaftar pada bulan Oktober, Dana Pensiun Pertamina (Dapen) telah menunjuk mantan Direktur Hulu Pertamina Muhammad Husein sebagai direktur perusahaan.

“Aset Sugih Energy dikelola dengan baik, sehingga menawarkan prospek yang baik untuk mengembangkan pertumbuhan modal kita dalam jangka panjang,” kata direktur Dapen M. Helmi Kamal Lubis.

Menurut Helmi, Dapen Pertamina berencana mengakuisisi saham lebih besar hingga 20 persen untuk memperluas kehadiran perusahaan di sektor energi. Sebagai direktur baru, Husein mengatakan ia akan memastikan realisasi rencana Sugih Energy pembangunan (POD), yang termasuk 8.000 barel minyak per hari (BPD) pada tahun pertama produksi.

Menurut saat Sugih Energy managing director, Andhika Anindyaguna, fokus utama perusahaan termasuk meningkatkan produksi di Selat Panjang dan Lemang blok, baik di Riau, serta berencana akuisisi baru. Dia menambahkan bahwa perusahaan itu berkembang menjadi komersialisasi gas dan ditetapkan untuk menandatangani penjualan gas dan perjanjian pembelian dengan beberapa perusahaan, termasuk perusahaan milik negara listrik PLN, pada akhir tahun ini.

(Reshie Fastriadi)