Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Turun Pada Pembukaan Kamis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Turun Pada Pembukaan Kamis

12
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Turun Pada Pembukaan KamisAnalisaToday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,29 persen atau 99,61 poin menjadi 4,244.43 pada Kamis pagi, menanggapi Index China Purchasing Managers (PMI) yang menyentuh level terendah dalam lebih dari enam tahun. Data menegaskan bahwa sektor manufaktur ekonomi terbesar di Asia dikontrak. Cina adalah mitra dagang utama Indonesia, senilai US $ 48200000000 pada tahun 2014, menurut data Badan Statistik Nasional (BPS).

“Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2015 akan menjadi sekitar 4,7-5,1 persen, sedangkan ADB [Asian Development Bank] proyeksi pertumbuhan sebesar 4,9 persen, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya 5,5 persen,” ucap analis LBP Perusahaan Beruntung Bayu Purnomo. dikutip kantor berita Antara.

Data manufaktur China, tambahnya, adalah mengkhawatirkan bagi ekonomi Asia Pasifik. The Caixin Media dan PMI Ekonomi Markit berada di 47 untuk September, di bawah pembacaan akhir dari 47,3 pada bulan sebelumnya.

Investor asing mencatat net menjual dari Rp 690 miliar (US $ 5 juta) dalam perdagangan Rabu, dari total transaksi harian sebesar Rp 4790000000000. Sekitar 61 persen dari saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok.

Koreksi juga terjadi di pasar ekuitas Asia Pasifik. Jepang Nikkei 225 turun 1,96 persen, indeks Hang Seng Hong Kong turun 2,29 persen dan Kospi Korea Selatan turun 1,89 persen. Kepala penelitian di MNC Securities Edwin Sebayang menambahkan bahwa depresiasi rupiah membuat sentimen di pasar ekuitas buruk. Sebuah pelemahan rupiah dapat mengekang kinerja emiten pada semester kedua tahun ini.

“Seperti untuk saat ini, rupiah masih di bawah tekanan, yang mungkin menekan kinerja emiten,” katanya.

Rupiah terdepresiasi lebih lanjut, dengan 0,65 persen, menjadi Rp 14.646 per dolar AS pada Rabu sore, dibandingkan dengan posisi Selasa sore di Rp 14.486 per dolar AS.

(Reshie Fastriadi)