Nikkei Hapus Kerugian Awal, Yen Dalam Fase Koreksi

Financeroll – Indeks Nikkei telah menghapus beberapa kerugian awal dan ditutup lebih tinggi hari Kamis, setelah sebuah laporan media mengutip atas apa yang telah diutarakan oleh Menteri Ekonomi Jepang yang mengatakan sambutannya pada yen awal pekan ini telah disalahartikan.

Dow Jones Newswires mengutip Menteri Ekonomi Jepang, Akira Amari, yang mengatakan bahwa tanggapan terhadap yen yang terjadi pada hari Selasa telah disalahartikan, dimana yen saat itu telah “dalam fase koreksi” ketika yen berada pada level 89.50 yen terhadap dolar hari itu.

Sementara pada indeks Nikkei telah ditutup naik 0.1% pada level 10,609.64 poin, yang mana sebelumnya telah berada pada level 10,432.97. Indeks Nikkei telah rally menguat sebesar 22.5% dalam 2 bulan terakhir.

Analis mengatakan bahwa indeks Nikkei masih dapat diperdagangkan dikisaran 10,200-10,900 menjelang Bank of Japan mereview atas kebijakan selanjutnya pada 21-22 Januari, yang mana diharapkan dapat mempermudah untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

Pada sektor ekspor Jepang terpantau kenaikan permintaan, dengan Toyota Motor Corp naik sebesar 1.3%, Honda Motor Co Ltd naik 1.7% dan Fanuc Corp naik sebesar 1.5%. Sementara itu, saham Sharp Corp telah naik sebesar 7.3%.

Pada sektor penerbangan Jepang, pesawat jenis Boeing 787 Dreamliner milik All Nippon Airways(ANA) yang terpaksa melakukan pendaratan darurat di Takamatsu, sehari pasca insiden tersebut pendaratan darurat terjadi lagi oleh Boeing 787 milik All Nippon Airways(ANA) akibat kegagalan baterai.

Sehingga perusahaan GS Yuasa Corp, yang mana produsen baterai untuk Dreamliner, turun 5%. Produsen sayap pesawat, Mitsubishi Heavy Industries Ltd turun 0.2%, dan Toray Industries Inc, perusahaan produsen carbon fiber untuk pesawat, turun 2%. Sementara pemasok titanium untuk komponen pesawat, Toho Titanium Co dan Osaka Titanium Technologies Co masing-masing turun 1.1% dan 3.1%.

Indeks utama Topix naik 0.3% pada level 890.46, dengan saham berpindah tangan sebesar 3.93 triliun.