Sama-sama Pak, ada lagi yang bisa kami bantu

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang sejarah setelah melesat 53 poin. Dana asing hampir mencapai Rp 800 miliar  parkir di lantai bursa.  Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 19,455 poin (0,42%) ke level 4.682,486 di tengah koreksi yang terjadi di pasar saham regional. Sentimen positif datang dari Wall Street yang berhasil rebound.
Tercatat aksi beli langsung terjadi di seluruh lapisan saham. Saham-saham yang kemarin terkena koreksi kini mulai diincar investor.  Perburuan investor di seluruh lapisan saham itu mengantarkan indeks ke posisi intraday tertingginya sepanjang masa di level 4.721,860. Level intraday tertinggi IHSG sebelumnya diraih pada penutupan perdagangan Senin 25 Februari lalu di level 4.696,107.

OctaFX

Menutup  perdagangan sesi I, IHSG melaju 35,938 poin (0,77%) ke level 4.698,969. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah IHSG menembus level intraday 4.700.  Saham-saham unggulan yang kemarin terkena koreksi kini mulai diburu kembali. Aksi beli masih didominasi investor asing, tapi pemodal lokal juga tak mau ketinggalan.

Pada akhir perdagangan, Rabu (27/2), IHSG ditutup melesat 53,384 poin (1,14%) ke level 4.716,415. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup menanjak 9,764 poin (1,22%) ke level 808,528.  Rekor tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 4.696,107 diraih pada penutupan perdagangan Senin 25 Februari lalu setelah melonjak 44,984 poin (0,97%). Hanya selang dua hari, rekor ini langsung terpecahkan.

Dorongan aksi borong saham dilakukan investor asing, hingga sore hari ini transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 798,83 miliar di seluruh pasar.  Seluruh sektor berhasil menguat berkat aksi borong saham, tiap sektor rata-rata naik lebih dari 1%. Penguatan kali ini dipimpin oleh sektor konstruksi dan infrastruktur.

Terpantau perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 161.246 kali pada volume 7,013 miliar lembar saham senilai Rp 7,255 triliun. Sebanyak 199 saham naik, sisanya 60 saham turun, dan 95 saham stagnan.  Disokong  sentimen positif pidato Gubernur The Federal Reserve yang berencana melanjutkan program stimulus sampai ekonomi AS berkembang, bursa-bursa di Asia sore ini rata-rata ditutup menguat.

Adapun situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini antara lain: Indeks Komposit Shanghai menguat 19,88 poin (0,87%) ke level 2.313,22, Indeks Hang Seng naik 57,32 poin (0,25%) ke level 22.577,01, Indeks Nikkei 225 anjlok 144,84 poin (1,27%) ke level 11.253,97, dan Indeks Straits Times bertambah 9,54 poin (0,29%) ke level 3.263,80.

Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya saham HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 73.500, Nipress (NIPS) naik Rp 450 ke Rp 5.550, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 14.000,dan Unilever (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 22.650.

FBS Markets Inc

Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain saham Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 48.850, Adira Finance (ADMF) turun Rp 300 ke Rp 9.550, Fast Food (FAST) turun Rp 1.200 ke Rp 10.800, dan Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 200 ke Rp 2.600.