Sentimen Muncul Bervariasi, Pasar Domestik Melambat

by

Sentimen Muncul Bervariasi, Pasar Domestik MelambatFinanceroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  ditutup menguat, sementara rupiah mendatar. Pasar merespons keputusan BI rate, pelonggaran moneter Eropa, dan peluang penarikan stimulus The Fed.  Terbatasnya pelemahan rupiah hari ini, salah satunya dipicu oleh Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk mempertahankan level BI rate 5,75%. Angaka ini sesuai ekspektasi.

OctaFX

Dari sisi regional, masih cenderung pelemahan untuk berbagai mata uang non-dolar AS. Sebab, saat ini ada beberapa spekulasi pemangkasan suku bunga zona euro. Ada spekulasi, suku bunga deposito Eropa menjadi negatif.

Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.739 dari setelah mencapai level terkuat 9.730 dari posisi pembukaan 9.735 per dolar AS.  Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (14/5) ditutup melemah tipis 1 poin (0,01%) ke posisi 9.736-9.739 dari posisi kemarin 9.735-9.740.

Spekulasi itu muncul menyusul pernyataan dari salah satu petinggi European Central Bank (ECB) Ignazio Visco yang menyebutkan bahwa perekonomian zona euro masih butuh dukungan bank sentral lebih lanjut yang membuka peluang pemangkasan suku bunga deposito ke teritori negatif.

Selain itu, rupiah dapat tekanan negatif dari adanya kekhawatiran pasar terhadap penarikan stimulus moneter oleh The Fed.  Hanya saja, faktor koreksi teknikal pada dolar AS, juga membantu menahan pelemahan rupiah lebih lanjut sehingga lajunya menjadi datar.  Data ritel AS dirilis positif 0,1% di atas estimasi -0,3% dari bulan sebelumnya yang direvisi lebih rendah -0,5% sehingga mendorong penguatan dolar AS.

Di sisi lain, mayoritas data Eropa menunjukkan angka yang negatif. Sentimen ekonomi Jerman dirilis 36,4 di bawah perkiraan 38,3. Begitu juga dengan Current Condition yang jatuh ke 8,9 di bawah estimasi 10.  Angka tersebut juga lebih rendah dari bulan sebelumnya 9,2.  Sementara itu, sentimen ekonomi zona euro memang dirilis positif 27,6 dari 27,3.  Tapi, pasar lebih fokus pada data Jerman.  Sebab, pelemahan sentimen ekonomi Jerman mengindikasikan penularan perlambatan ekonomi sudah menjangkiti negara inti seperti Jerman.

Produksi Industri zona euro juga turun ke -1,7% (year on year) dari bulan sebelumnya -3,2% dan prediksi -2,2%.  Artinya, lebih baik dari publikasi sebelumnya dan estimasi. Tapi, tetap saja jika perekonomian Jerman terus melambat, zona euro juga akan terseret sehingga membuka peluang pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

Meski data-data ekonomi memperkuat dolar AS, tapi dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro.   Indeks dolar AS melemah 0,20% dari 83,32 menjadi 83,20. Pelemahan dolar AS,  lebih dipicu oleh koreksi teknis setelah penguatan tajam terhadap yen Jepang. Yen menguat ke 101,43 per dolar AS.  Terhadap euro, dolar AS masih ditransaksikan melemah ke USD 1,2992 dari sebelumnya USD 1,2980 per euro.

FBS Markets Inc

Pada perdagangan Selasa (14/5) IHSG ditutup menguat 27,31 poin (0,54%) ke posisi 5.081,94. Intraday terendah 5.037,405 dan tertinggi 5.081,94.  Apalagi, investor asing masih dalam posisi net sell dalam jumlah besar.  Pada posisi jam 15.00 WIB, sudah hampir mencapai Rp 300 miliar dan pada penutupan berkurang jadi Rp 154,38 miliar. [geng]