Sesi Pertama: Menguat Lagi, IHSG Tembus Level 5.000

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat naik tipis dan menembus level intraday tertingginya sepanjang sejarah di 5.001. Setelah naik tipis, indeks langsung jatuh lagi ke zona merah.  Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 16,002 poin (0,32%) ke level 4.982,651. Berkat aksi ambil untung pasca cetak rekor tertingginya kemarin. Indeks pun gagal menembus level psikologis 5.000.Selain itu, pelaku pasar langsung melakukan aksi ambil untung setelah dapat tekanan dari pasar global dan regional. Tapi beberapa aksi beli selektif sempat mendorong indeks hingga tembus intraday tertingginya sepanjang sejarah di 5.001,355.  Rekor intraday tertinggi yang bisa diraih IHSG sebelumnya ada di level 4.998,653 pada penutupan perdagangan Rabu (17/4) kemarin.

OctaFX

Menutup  perdagangan sesi I, Kamis (18/4/2013), IHSG naik tipis 1,768 poin (0,04%) ke level 5.000,421. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,978 poin (0,12%) ke level 846,916.  Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual sehingga menyeret indeks jatuh ke zona merah. Untungnya, ada aksi beli selektif di saham-saham lapis dua sehingga memberi kesempatan indeks naik ke zona hijau.

Terpantau perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 76.056 kali pada volume 3,399 miliar lembar saham senilai Rp 2,883 triliun. Sebanyak 114 saham naik, sisanya 115 saham turun, dan 108 saham stagnan.  Rata-rata bursa di regional masih terjebak di zona merah, hanya bursa Singapura yang berhasil menguat. Melemahnya pasar global semalam memberi imbas negatif kepada pergerakan bursa di Asia.

Sementara kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini antara lain:  Indeks Komposit Shanghai naik 3,60 poin (0,16%) ke level 2.190,19, Indeks Hang Seng menipis 10,08 poin (0,05%) ke level 21.559,59, Indeks Nikkei 225 berkurang 38,57 poin (0,29%) ke level 13.344,32, dan Indeks Straits Times naik 4,06 poin (0,12%) ke level 3.295,52.

Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya saham Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 38.800, Goodyear (GDYR) naik Rp 400 ke Rp 14.400, Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.100 ke Rp 6.750, dan Japfa (JPFA) naik Rp 350 ke Rp 9.500.

FBS Markets Inc

Sedangkan  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain saham Telkom (TLKM) turun Rp 450 ke Rp 11.550, Indocement (INTP) turun Rp 450 ke Rp 25.350,  saham  Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 51.950,dan Chandra Asri (TPIA) turun Rp 200 ke Rp 2.800.