Harga Minyak 24 April 2017 Jatuh 2 Persen

Harga Minyak 24 April 2017 Jatuh 2 PersenHarga minyak terjatuh sampai dua persen pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi saat Jakarta). Penyebabnya penurunan harga minyak ini yaitu kenaikan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) di waktu negara-negara yang tergabung dalam organisasi eksportir minyak (OPEC) tengah memgurangi keunggulan produksi didunia.

Harga minyak type Brent dalam perdagangan berjangka ada di angka US$ 51, 96 per barel, turun US$ 1, 03 atau juga 2% bila dibanding dengan penutupan terlebih dulu. Sedang harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) dalam perdagangan berjangka selesai di US$ 49,62 per barel, turun 2,2 % atau juga US$ 1,09.

Pada minggu ini, harga minyak Brent yang disebut patokan harga dunia terjatuh tujuh persen. Sesaat harga minyak mentah AS turun 6,7%. Ini yaitu penurunan mingguan paling besar ke-2 mulai sejak 10 Maret lantas. Penurunan itu berlangsung lantaran kecemasan bakal penambahan supply minyak didunia.

Sekarang ini, produksi minyak AS ada di level paling tinggi mulai sejak Agustus 2015. Produksi minyak AS diprediksikan selalu alami penambahan yang akan datang lantaran sebagian perusahaan pengebor minyak di AS selalu menaikkan sumur pengeboran dalam sebagian minggu paling akhir.

Penambahan produksi minyak mentah di AS ini berseberangan dengan apa yang dikerjakan oleh OPEC dan juga sebagian negara non OPEC yang menahan produksi untuk mendorong harga minyak.

Banyak yang mengharapkan OPEC untuk meneruskan gagasan pemangkasan produksi yang awal mulanya cuma dijadwalkan enam bln.. ” Argumen tindakan jual hari ini dan juga juga minggu ini lantaran memanglah ada kenyataan kalau memanglah produksi cukup tinggi, ” kata Direktur Penelitian Lomoditas Clipperdata, Matt Smith.

Untuk di ketahui, OPEC dan juga 11 negara non OPEC pada November tempo hari setuju untuk memangka produksi minyak atau juga mengatur produksi minyak untuk mendorong kenaikan harga minyak. Perjanjian itu bakal berjalan sepanjang enam bln. mulai sejak Januari sampai Juni. Beberapa besar pelaku pasar lihat kalau pemangkasan itu semakin lebih efisien bila waktunya diperpanjang.