Harga Minyak di Sesi Asia Merosto Selasa Pagi

Harga Minyak di Sesi Asia Merosto Selasa Pagi

8
0
SHARE

Harga Minyak di Sesi Asia Merosto Selasa PagiAnalisaToday – Harga minyak mentah merosot di Asia pada hari Selasa dengan investor kurang terfokus pada angka pasokan / permintaan karena kekhawatiran geopolitik Yunani ke Iran.

Sebelumnya pada hari Senin, Presiden Barack Obama berbicara dengan Presiden Prancis Francois Hollande, mendesak upaya baru untuk mencapai kesepakatan, dan kemudian Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dilaporkan membuat proposal halus yang ditolak oleh pemerintah Yunani dengan bailout saat akan berakhir 30 Juni dan tidak ada perpanjangan ditawarkan.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman Agustus turun 0,13% menjadi $ 58,26 per barel. Pada hari Selasa, American Petroleum Institute akan merilis survei minyak mentah AS dan produk olahan saham pada akhir pekan lalu.

Semalam, minyak mentah berjangka turun tajam pada Senin, terjun ke bulanan yang rendah, seperti negosiasi terhenti mengenai kesepakatan nuklir Iran dan krisis hutang Yunani terus membebani.

Di Intercontinental Exchange (ICE), minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun $ 1,28 atau 2,02% menjadi $ 61,98 per barel pada Senin. Di Washington, Gedung Putih Josh Earnest sekretaris pers kepada wartawan kemungkinan bahwa negosiasi dengan Iran yang bertujuan mencapai kesepakatan akhir pada kesepakatan nuklir yang komprehensif kemungkinan akan memperpanjang masa tenggat Selasa.

Sebuah pelonggaran sanksi dipandang sebagai bearish untuk minyak mentah, sebagai kesepakatan dapat memungkinkan Iran untuk melepaskan jutaan barel cadangan minyak mentah ke pasar global sudah jenuh dengan pasokan yang berlebihan. Iran dilaporkan memiliki 30 juta barel minyak mentah cadangan siap ekspor setelah sanksi-sanksi dicabut.

Sementara pasokan OPEC telah mencapai rekor tertinggi sepanjang-2015. Tahun lalu, pangsa pasar global OPEC turun menjadi 41,8% dari 43,3 pada tahun 2013, mewakili pangsa terendah sejak 2003. Meskipun penurunan stabil sepanjang musim semi, produksi minyak mentah AS bergerak kembali di atas 9,6 juta barel per hari pekan lalu, didukung oleh keuntungan 76.000 di antara lebih rendah 48 negara.

Pedagang energi tetap fokus pada dampak fluktuasi mata uang pada harga minyak mentah, di tengah krisis utang di Yunani dan Puerto Rico. Komoditas denominasi dolar seperti minyak mentah menjadi lebih mahal bagi pembeli asing ketika dolar menguat.

(Kikie Aditya)