Harga Minyak Mentah Rebound di Asia Selasa Pagi

Harga Minyak Mentah Rebound di Asia Selasa Pagi

20
0
SHARE

Harga Minyak Mentah Rebound di Asia Selasa PagiAnalisaToday – Harga minyak mentah rebound di Asia pada Selasa karena investor dianggap selloff berdasarkan harta berita bearish, dari Yunani ada suara dan kesengsaraan pasar saham China untuk lonjakan produksi OPEC.

Investor juga akan melihat ke depan karena American Petroleum Institute akan merilis estimasi saham mingguan minyak mentah dan produk olahan pekan lalu di Amerika Serikat, sementara angka lebih dekat ditonton dari Departemen Energi AS yang jatuh tempo pada hari Rabu.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman Agustus melonjak 0,79% menjadi $ 52,95 per barel. Sebuah laporan yang dirilis oleh Platts, Senin menemukan bahwa produksi OPEC bulan lalu terus mengalami kenaikan untuk tetap pada tingkat tertinggi sejak Oktober 2012.

Pada bulan Juni, output dengan kartel minyak terbesar di dunia meningkat sebesar 170.000 untuk 31.280.000 barel per hari, hampir 1,3 juta barel per hari di atas pagu produksi yang ditargetkan sebesar 30 juta, kata Platts.

Semalam, minyak mentah berjangka anjlok pada hari Senin ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan, sebagai kelanjutan dari negosiasi Yunani dan Iran, serta kekhawatiran di Cina tetap fokus.

Di Intercontinental Exchange (ICE), minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus juga turun lebih dari 6% ke intraday rendah $ 56,40 per barel, sebelum rally agak ke $ 56,55 per barel pada penutupan Senin.

Satu hari setelah pemilih Yunani menolak usulan terbaru dari kreditor internasional dalam referendum bersejarah, menteri keuangan kontroversial Yanis Varoufakis mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin dalam sebuah langkah yang bisa menenangkan mitra negosiasi bangsa. Beberapa jam kemudian, pemerintah Yunani mengumumkan bahwa Euclid Tsakalotos akan dilantik sebagai menteri keuangan penerus bangsa pada Senin malam. Tsakalotos, ekonom lulusan Oxford, akan mewakili Yunani dalam pertemuan darurat para menteri keuangan zona euro pada Selasa di Brussels.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan ia tidak yakin jika perjanjian nuklir dengan Iran akhir dapat dicapai dengan tenggat Selasa, sebagai masalah yang sulit tetap dalam diskusi dengan negara Teluk. Selain itu, Iran mendorong sanksi senjata komprehensif untuk diangkat oleh PBB dalam pertukaran untuk mencapai kesepakatan.

(Kikie Aditya)