Harga minyak naik oleh naiknya ancaman geopolitik

by

Harga minyak naik oleh naiknya ancaman geopolitikFinanceroll – Harga minyak mentah berakhir naik dalam perdagangan Senin (08/04), mencatat kenaikan pertama mereka dalam empat sesi perdagangan terakhir ini, setelah sepinya kemajuan yang didapat dalam pembicaraan mengenai nuklir antara Negara super power dan Iran serta adanya konflik di Nigeria yang dikhawatirkan pasar akan menyeret suplai minyak pula.

Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Mei naik sebesar 66 Sen atau 0.7%, berakhir di harga $93.36 per barel di bursa New York Mercantile Exchange. Harga kontrak ini sempat menjangkau ke $93.75.

Masalah suplai minyak menjadi isu utama setelah Iran gagal mencapai kesepakatan dengan Negara-negara super power dunia berkenaan dengan program nuklir Iran. Kekhawatiran akan embargo Iran akan dibalas dengan aksi blockade akan membuat gangguan suplai minyak.

Di Nigeria diberitakan konflik antar milisi, dinegara produsen minyak terbesar di Afrika tersebut, juga memberikan kekhawatiran akan suplai minyak. Sebagaimana diberitakan oleh BBC, pada minggu kemarin bahwa milisi Nigeria telah mengklaim sebagai bagian dari The Movement for the Emancipation of the Niger Delta (MEND) yang bertanggung jawab atas penyerangan yang mengakibatkan 12 petugas polisi tewas.

Disisi lain, pasar minyak jenis Brent juga mengalami pergerakan harga yang tidak lazim, dimana harga kontrak berjalan saat ini lebih murah daripada kontrak yang akan datang. Ini kejadian yang tidak terjadi sejak Juni tahun silam.

Kondisi pasar semakin rentan dengan proyeksi ekonomi Zona Euro berkenaan dengan potensi permintaan minyak mentah dari kawasan tersebut. Mahkamah Tinggi Portugis menolak sejumlah rencana undang-undang yang disyaratkan sebagai bagian dari rencana bantuan darurat. Pihak The European Commission mengingatkan bahwa kegagalan Portugis  dalam menjalankan berbagai undang-undang tersebut akan berdampak kelangsungan bantuan dimasa yang akan datang.

Dalam perdagangan selanjutnya, para pelaku pasar kiraya perlu memperhatikan pengumuman laporan dan proyeksi energy jangka pendek dari The Energy Information Administration AS. Energy Outlook Report akan diterbitkan pada Selasa ini, sementara laporan suplai minyak dari the Organization of the Petroleum Exporting Countries serta International Energy Agency dijadwalkan akan diterbitkan masing-masing pada Rabu dan kamis lusa. (Follow Twitter @hqeem)