Harga minyak naik, spekulasi kenaikan permintaan minyak

by

Harga minyak naik, spekulasi kenaikan permintaan minyakFinanceroll – Saat ini, kenaikan yang terjadi di harga minyak mentah banyak didorong oleh upaya sebagian pialang yang mencoba memanfaatkan peluang akan kemungkinan kenaikan permintaan minyak mentah lebih lanjut, ditengah baying-bayang jeleknya data ekonomi AS.

Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Juni naik sebanyak 86 sen atau 0.9%, ke $95.16 per barel di New York Mercantile Exchange. Tidak ada fundamental yang cukup solid untuk mengkonfirmasi kenaikan harga minyak saat ini. Terbukti kemudian harga menurun kembali setelah sempat menguat paska data Indek manufaktur Philadelphia yang tumbuh negative ke -5.2 dari sebelumnya di angka 1.3 pada bulan April. Jajak pasar memperkirakan indek ini akan naik ke 2.0.

Diawal perdagangan, dilaporkan penurunan indek harga konsumen di bulan April yang turun 0.4% lebih rendah dari estimasi pasar yang hanya akan turun 0.3%. Tingkat inflasi AS dalam setahun ini dilaporkan turun 1.1% pada bulan April, terendah sejak November 2010.

Secara terpisah, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran mengalami kenaikan 32 ribu menjadi 360 ribu selama sepekan hingga 11 Mei kemarin lebih banyak dari perkiraan pasar sebesar 330 ribu.

Kompleksitas sinyal dengan kondisi tren menurun dijejali harapan akan kenaikan permintaan energy dan suku bunga AS yang rendah membuat pasar sebenarnya bergerak dalam koridor konsolidasi, setidaknya dalam batas-batas kanalnya.

Sementara itu, data terakhir perdagangan minyak Brent berakhir naik 28 sen ke harga $103.78,  atau naik 0.3%. (@hqeem)