Harga Emas Antam Bertahan di Level Rp 503.000

by

Harga Emas Antam Bertahan di Level Rp 503.000AnalisaToday – Tercatat harga emas di Unit Logam Mulia, PT Antam Tbk stabil hari ini setelah sehari sebelumnya jatuh Rp 2.000/gram dari penutupan di akhir pekan lalu.  Pada penutupan akhir pekan lalu, Jumat (26/7), harga emas Antam ditutup di Rp 505.000/gram. Harga emas dibuka Senin (29/7), di Rp 503.000/gram dan tak bergerak di Selasa ini (30/7).

Sementara, harga jual emas batangan konsumen ke Logam Mulia atau harga buyback tetap di Rp 436.000/gram hari ini.  Berikut harga emas batangan yang dijual oleh Logam Mulia Antam hari ini: Pecahan 1 gram Rp 503.000, Pecahan 5 gram Rp 2.370.000, Pecahan 10 gram Rp 4.690.000, dan  Pecahan 25 gram Rp 11.650.000.

Di sisi lain, harga emas untuk perdagangan sore kemarin tercatat mengalami penurunan. Jelang rapat Fed yang akan dilangsungkan pada akhir bulan ini, investor rupanya lebih memilih untuk melakukan aksi profit taking mengingat performa dollar terhadap mata uang mayoritas kembali naik.

Seperti yang dilansir oleh Financeroll.co.id, pasar rupanya cukup antusias dalam menantikan hasil rapat Fed yang diprediksi akan memastikan langkah bank sentral Amerika Serikat tersebut mengenai pembelian surat hutang sebesar 65 miliar dollar.   Harga emas spot saat ini mengalami penurunan sebesar 0,6% menjadi 1325,25 dollar per troy ons dengan level support sebesar 1294,94 dollar per troy ons dan level resistant sebesar 1347,43 dollar per troy ons.

Selain itu, ditengah melemahnya harga emas, harga komoditi logam mulia lainnya justru mengalami kenaikan seperti yang terjadi pada perak yang naik 0,68% menjadi 19,9 dollar per troy ons, platinum naik 0,57% menjadi 1430 dollar per troy ons dan palladium naik 0,23% menjadi 725,7 dollar per troy ons.

Pergerakan harga emas dalam perdagangan hari ini diprediksi akan masih bergerak melemah tipis. Dari sisi teknikal, pelemahan emas dinilai sebagai kondisi konsolidasi. Sepanjang tahun ini harga emas telah mengalami penurunan sebesar 21% meski bulan ini mengalami kenaikan 7,5%.

(ARP/AT)