Harga emas berbalik arah paska data penjualan ritel AS

by

Emas masih berupaya bangkitFinanceroll – Harga emas berbalik arah paska data ekonomi AS, kembali gagal menembus harga $1,600 per ons tertekan oleh menguatnya Dolar AS setelah angka penjualan ritel AS dibulan Februari mengalami kenaikan yang lebih baik dari perkiraan.

Harga emas untuk kontrak pengiriman bulan April turun sebesar $5.10 atau 0.3%, ke harga $1,586.60 per ons di bursa Comex – New York Mercantile Exchange. Sempat naik hingga harga $1,598.80 per ons di perdagangan Rabu (13/03).

Harga emas memang sempat mengalami lonjakan pada perdagangan sebelumnya, berbalik dari penurunan yang mendahuluinya. Data ekonomi AS yang terbit hari ini bersifat netral bagi kebijakan The Fed khususnya berkenaan dengan persetujuan kredit perumahan namun memberikan dorongan bagi kenaikan impor dan harga ekspor

Angka penjualan ritel AS selama bulan Februari mengalami kenaikan yang paling tinggi dalam lima bulan terakhir ini. Atas data ekonomi tersebut, Dolar AS menguat atas Euro, sehingga memberikan tekanan lebih besar lagi bagi harga komoditi. Indek Dolar AS di level 82.967, naik dari sebelumnya di 82.585.

Dengan sikap para investor ritel yang memburu saham demi memanfaatkan kenaikan yang terjadi di Wall Street, membuat mereka meninggalkan Emas sebagai pengaman investasinya. Dengan demikian, kondisi emas saat ini masih mendapat banyak sentiment negative. Namun demikian, banyaknya investor ritel yang membuat pasar berbalik arah, masih akan kuat sokongannya dengan masuknya investor besar yang ada diluar dan belum memasuki arena.