Harga emas ditutup naik, waspadai hasil FOMC yang bisa menekan ke $1,330

by

Harga emas ditutup naik, waspadai hasil FOMC yang bisa menekan ke $1,330Financeroll – Harga emas berakhir menguat di perdagangan awal minggu ini, menghentikan laju penurunan dalam tujuh sesi perdagangan terakhir, sementara harga komoditi Perak mengalami kenaikan kembali hingga ke harga tertingginya sejak 2010.

Untuk kontrak pengiriman bulan Juni, harga emas berakhir naik $19.40, atau 1.4%, ke $1,384.10 per ons di bursa Comex – New York Mercantile Exchange setelah jatuh hingga ke $1,340. Terjadi kenaikan kembali yang sangat tajam baik di komoditi emas dan perak seiring dengan aksi beli kembali yang dilakukan sebagian besar investor setelah jatuhnya harga ke posisi yang secara relative dianggap lebih murah. Resistensi di harga termurah selama bulan April di $1,321.50, menjadi harga konfirmasi bagi investor melakukan pembelian Emas saat ini. Kisaran harga yang paling memungkinkan saat ini nampaknya berusaha untuk menekan ke harga $1,330.

Pada akhir perdagangan minggu kemarin, di hari Jumat, harga emas jatuh sebesar $109 dengan catatan kinerja penurunan secara beruntun dalam tujuh sesi, rekor sebelumnya adalah penurunan secara beruntun dalam delapan hari terjadi di tahun 2009.

Faktor yang membuat harga emas jatuh selama tujuh sesi tersebut adalag kenaikan Dolar AS yang panjang disertai dengan kenaikan yang terjadi baik di bursa saham AS maupun di bursa saham Jepang. Inflasi yang bisa ditekan membuat harapan secara global menjadi bearish bagi komoditi logam.

Hasil perdagangan di lantai bursa saham AS mengkonfirmasi hal ini, dimana pada perdagangan Senin (20/05) ini ditutup melemah bersama dengan melemahnya Dolar AS. Indek Dolar turun, bahkan dalam perdagangan USDJPY, Dolar AS juga melemah. Hal ini memberikan dorongan bagi kenaikan harga emas saat ini.

Selama bulan Mei ini, harga emas telah jatuh 6%, padahal di bulan April sudah jatuh 7.8%, dimana pasar makin kecewa dengan keluarnya investasi secara besar-besaran dari pasar komoditi emas, termasuk pasar modal dengan basis perdagangan emas, SPDR Gold Trust. Secara signifikan, masih besar prosesntasi institusi keuangan yang mencairkan investasi kontrak emas mereka untuk menarik modal kembali. Disisi lain, sebagain investor juga melakukan rotasi dari investasi dalam bentuk kontrak emas menjadi fisik emas secara langsung. Semenjak fluktuasi dalam pasar kontrak emas sangat tinggi sebagian investor merasa lebih aman dengan memegang fisik emas.

Sentimen pasar selanjutnya yang dinanti adalah pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke yang diharapkan memberikan petunjuk sebelum merilis hasil pertemuan dalam Komisi Pasar Bebas, FOMC pada Rabu lusa. Berbagai indikasi akan mengakhiri kebijakan kuantitatif akan menjadi sentiment yang kuat bagi emas untuk jatuh kembali. (@hqeem)