Harga emas jatuh, likuidasi posisi menekan pasar fisik emas

by

Emas-tak-stabil-pasca-aksi-jualFinanceroll – Harga emas jatuh pada perdagangan Rabu (03/04) hingga berakhir pada harga termurahnya ditengah kenaikan lapangan kerja di sector swasta AS pada bulan Maret. Indikasi dari menurunnya permintaan beli logam mulia dipasar sekunder menjadi pertanda menurunnya dukungan Emas sebagai safe haven saat ini.

Aksi jual melanda pasar sekunder dimana banyak investor melikuidasi posisi kontrak emas mereka untuk mengalihkan investasi mereka ke pasar uang atau pasar saham, akibatnya hal ini menjadi tekanan jual yang cukup hebat dan berdampak pula pada penurunan harga emas secara fisik.

Untuk kontrak emas bulan Juni, harga emas berakhir menurun $22.40, atau sebesar 1.4%, ke $1,553.50 per ons di bursa Comex – New York Mercantile Exchange.

Terdapat hubungan yang nyata antara perdagangan emas di pasar sekunder dimana jual beli dalam bentuk kontrak dengan emas di pasar fisik. Emas secara fisik masih ramai dan banyak dibeli, namun demikian di pasar sekunder, emas sudah meluruh daya tariknya sebagai asset yang berkelas. Hanya masalah waktu saja yang akan membuat harga emas fisik segera turun sebagaimana harga emas di pasar sekunder. Jatuhnya harga emas ini nantinya akan menjadi peluang baru bagi pembeli besar untuk menambah asset pengamannya, sebagaimana bank –bank sentral yang diperkirakan akan melakukan pembelian besar-besaran saat harga emas menurun untuk menambah cadangan devisanya.

Optismisme pasar akan kondisi ekonomi AS, meski lambat namun indikasi membaik telah menjadi landasan untuk melakukan risk appetite. Akibatnya emas makin luruh pamornya sebagai asset pengaman, safe haven.

Pada perdagangan hari Rabu (03/04) Dolar AS melemah atas mata uang lainnya. Lazimnya, saat Dolar AS melemah akan mendongkrak harga emas naik namun saat ini kondisi ini tidak memberikan bantuan banyak bagi emas untuk menghilangkan tekanan negative dari aksi jual investor. Sebelumnya, harga emas memang telah terpukul dengan menguatnya Dolar AS terhadap Euro setelah data ekonomi Eropa menyatakan adanya kontraksi ekonomi di kawasan Euro dibulan Maret. Pada perdagangan Selasa (02/03) harga emas sudah jatuh $25 berakhir di harga $1,575.90 per ons, harga termurah sejak 7 Maret silam.

Data ekonomi AS menyatakan terjadi kenaikan lapangan kerja di sector swasta yang memberikan tekanan terhadap Dolar AS, pun demikian data sebelumnya menyatakan bahwa terjadi perlambatan bisnis di sector swasta dibulan Maret sebagaimana dikatakan oleh Institute for Supply Management.

Hal yang di tunggu pasar saat ini adalah data ketenaga kerjaan AS yang sedianya akan dirilis pada Jumat besok (05/04) waktu setempat. Data ini penting sekali dan diyakini berdampak besar terhadap pasar, tidak saja pasar komoditi seperti Emas namun juga bagi pasar saham dan pasar uang pula, mengingat data ini mencakup angka lapangan kerja yang tercipta baik di sector swasta maupun negeri. (Follow twitter Lukman di @hqeem).