Harga emas turun, merayap dilevel bawah. Estimasi semester kedua

by

Harga emas turun, merayap dilevel bawah. Estimasi semester keduaFinanceroll – Harga emas kembali turun pada perdagangan Rabu (26/06) terpukul hingga mencapai posisi termurahnya dalam beberapa tahun ini atas kenaikan ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan memperlambat kebijakan stimulusnya akhir tahun ini.

Harga emas untuk kontrak pengiriman  bulan Agustus berakhir turun $45.30, atau 3.6%, ke $1,229.80 per ons  di bursa New York Mercantile Exchange. Sepanjang kuartal ini Emas terkoreksi 23%.  Dalam minggu ini, terkoreksi hampir 4.5% dan sudah jatuh 11.6% selama sebulan ini. Pasar nampak dibayangi harapan bahwa suku  bunga akan kembali di naikkan dalam batas normal oleh The Fed kala mereka akan mulai mengurangi kebijakan stimulusnya.

Kombinasi sentiment menguatnya Dolar AS dengan berbagai data ekonomi AS serta Cina dan Eropa telah membuat pasar terpapar. Harapan akan pengurangan kebijakan kuantitatif mengemuka, seiring fakta kondisi ekonomi yang membaik. Ketika Departemen Perdagangan AS melaporkan kenaikan PDB di kuartal pertama tahun ini yang mencapai 1.8% , masih dibawah estimasi sebesar 2.3%, bursa saham menguat tajam hingga tiga angka kenaikannya. Hal ini juga membuat tekanan jual yang melanda bursa komoditi tertahan. Sebaliknya, saat data ekonomi AS menyatakan penjualan hunian baru mengalami kenaikan 2.1% dibulan Mei, Dolar langsung menguat kembali dan memberikan pukulan bagi harga emas sedemikian hebatnya pula.

Beberapa lembaga telah menurunkan estimasi harga emas dalam minggu-minggu ini, diantaranya Wells Fargo, Goldman Sachs, Credit Suisse dan HSBC. Harga emas diperkirakan akan tertekan dalam semester kedua tahun ini, potensi perubahan kebijakan The Fed mengemuka dan dengan dukungan ekspektasi fundamental ekonomi AS yang membaik maka akan semakin membuat harga emas turun. Diperkirakan di akhir tahun ini, harga emas bisa terkoreksi hingga dalam kisaran $1,225 hingga $1,325, meski sebelumnya sempat diperkirakan lebih tinggi antara $1,475 hingga $1,525 per ons. Target inflasi AS diperkirakan dikisaran 2% hingga 2.5%.

Sentimen positif yang bisa mendorong kenaikan harga emas adalah kebutuhan akan lindung nilai atas investasi para investor dengan potensi kenaikan krisis geo politik yang bisa membawa kenaikan harga komoditi, terutama sekali minyak mentah. Kenaikan bursa komoditi lazimnya akan diikuti dengan komoditi lainnya pula. Disisi lain, arus likuiditas dari Bank-bank sentral telah menggelembungkan obligasi sedemikian rupa dimana dalam jangka panjang akan menimbulkan konsekuensi dan hal ini akan menjadi landasan baru bagi kenaikan harga emas.

sumber : financeroll.co.id