Penjualan Emas di Jepang Melonjak 423 Persen

by

Penjualan Emas di Jepang Melonjak 423 PersenAnalisaToday – Terjadi lonjakan penjualan emas sebelum diberlakukannya pajak baru. Penjualan emas oleh Tanaka Kikinzoku Jewelry K.K., yang merupakan peritel emas batangan terbesar di Jepang, telah mengalami kenaikan sepanjang bulan Maret ini. Invstor terlihat ingin mengumpulkan sebanyak mungkin emas sebelum pajak konsumen akan dinaikkan pemerintah Jepang pada bulan April.

Seperti yang diberitakan oleh Financeroll, penjualan emas Tanaka di tujuh gerainya mengalami lonjakan sekitar 423 persen pada 27 Maret kemarin dibandingkan penjualan selama sebulan terakhir ini, demikian keterangan tertulis perusahaan yang bermarkas di Tokyo ini. Penjualan dalam kuartal hingga 27 Maret mengalami kenaikan 249 persen dari tiga kuartal sebelumnya di 2013. Tanaka sendiri tidak menyebutkan berapa nilai penjualan tersebut.

Pemerintah Jepang memang akan menaikkan pajak konsumen dari 5 persen menjadi 8 persen efektif pada April 2014 sebagai bagian dari kebijakan ekonomi Perdana Menteri Shinzo Abe untuk menutup jarak hutang swasta dan mengendalikan inflasi. Emas memang efektif sebagai pelawan inflasi, dan harga emas yang mengalami penurunan selama sebulan ini telah membuka peluang beli bagi kalangan investor.

Sementara itu, perdagangan emas di London mengalami penurunan sebesar 2.2 persen selama bulan Maret ini. Harga emas selama tahun ini masih naik 7.9 persen, sementara tahun lalu berakhir dalam catatan turun sebesar 28 persen. Ini merupakan penurunan terbesar dalam setahun sejak 1981. Harga emas di bursa London tidak banyak berubah di kisaran $1,295.39 per ons di awal minggu ini.

Harga emas dalam Yen mengalami penurunan sebesar 1.3 persen selama bulan Maret, kontrak berjangka emas untuk bulan Februari 2015 sendiri di lantai bursa Tokyo Commodity Exchange naik 0.6 persen ke harga 4,293 yen per gram ($1,298 per ons ) pada Senin (31/03).

Sebagian besar konsumen emas di Jepang membeli emas untuk mengamankan investasi mereka ditengah jatuhnya harga saham dan buramnya nilai tukar. Para investor ritel ini membeli emas dan mengakumulasinya sebagai upaya lindung nilai dimasa pensiun mereka nanti.

Defisit neraca anggaran Jepang telah membuat naik daya tarik emas sebagai pengaman investasi para investor dan ibu-ibu rumah tangga, dengan kombinasi simpanan mencapai 874 trilyun Yen hingga akhir Desember kemarin, kenaikan harga masi terbuka.

Data dari World Gold Council juga menunjukkan adanya lonjakan permintaan emas oleh Jepang. Pada bulan Januari Tanaka menyatakan bahwa penjualan emas meningkat 63 persen yang merupakan catatan lonjakan kenaikan penjualan tertinggi di 2013, melampui angka pembelian semenjak pertama kali mereka lakukan di 2004.

Sementara penjual emas Jepang lainnya, Tokuriki Honten Co., menyatakan bahwa mereka juga meningkatkan impor emas sejak Oktober untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terutama konsumen perorangan, diluar pengolah emas, danbalai perdagangan emas, kata Masahiro Arai, Manajer Umum perusahaan itu. (@hqeem)

(ARP/AT)