Bank Indonesia: Rupiah Akan Rebound Pada Paruh Kedua 2016

Bank Indonesia: Rupiah Akan Rebound Pada Paruh Kedua 2016

55
0
SHARE

AnalisaToday – Bank Indonesia (BI) meramalkan rebound nilai tukar rupiah pada paruh kedua 2016 karena ekonomi domestik membaik dan tekanan eksternal mereda. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pada hari Senin bahwa rupiah awalnya akan menstabilkan di babak pertama.

“Tekanan terhadap rupiah biasanya berasal dari inflasi dan defisit transaksi berjalan. Tekanan tersebut akan memudahkan karena kita sudah memposting inflasi rendah 3,3 persen dan defisit transaksi berjalan dari 2 persen tahun lalu,” katanya.

Menurut Perry, inflasi dan neraca berjalan kemungkinan akan berkembang sesuai sasaran estimasi BI dan tekanan angkat lanjut dari ekonomi pada tahun 2016. BI telah menetapkan estimasi tahun ini inflasi di 4,3 persen dan estimasi untuk defisit transaksi berjalan sebesar 2,5 persen.

Pada tekanan eksternal, bank sentral memprediksi bahwa mereka juga akan menjadi kecil, berkat langkah-langkah stabilisasi bertahap China di pasar uang.

“Menunjukkan bahwa pasar mengharapkan kenaikan dua kali dalam FFR [federal Fund Rate] Maret dan Juni, total 50 basis poin tahun ini, dibandingkan dengan harapan kami dari empat kenaikan sebesar 100 basis poin,” Perry menambahkan.

Sebagai perekonomian domestik membaik dan tekanan surut, BI mengatakan bahwa Indonesia akan melihat arus masuk modal lagi di pasar ekuitas yang akan meningkatkan kinerja rupiah, menjungkirbalikkan arus tahun lalu.

Prospek ekonomi volatilitas keuangan dan redup akhirnya menyebabkan aksi jual bersih Rp 22590000000000 (US $ 1,63 milyar) di pasar saham pada tahun 2015, menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara itu, data BI pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mengungkapkan bahwa rupiah merosot rata-rata 9,8 persen per dolar AS lebih tahun 2015, dari 12.440 ke 13.795.

Data yang sama menunjukkan bahwa rupiah sejauh ini terdepresiasi sekitar 0,3 persen per dolar AS tanggal tahun-ke-. Ini berdiri di 13.844 melawan greenback pada hari Senin, 0,2 persen lebih kuat dari Jumat lalu.

“Kami akan selalu menjaga stabilitas rupiah, sejalan dengan fundamental,” kata Perry, menambahkan bahwa stabilitas telah membuka ruang bagi BI untuk melonggarkan kebijakan moneter yang ketat.

(Reshie Fastriadi)