Dalam Sepekan, Rupiah Melemah 164 Poin

by

Dalam Sepekan, Rupiah Melemah 164 PoinAnalisaToday – Sepanjang pekan terakhir, rupiah melemah  164 poin. Keputusan tapering pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Fed jadi belenggu. Berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), dalam sepekan terakhir rupiah melemah 164 poin (1,35%) ke level 12.245 pada Jumat, 20 December 2013 dibandingkan akhir pekan sebelumnya, Rp 12.081 per dolar AS.

Seperti yang diberitakan oleh Financeroll, laju nilai tukar rupiah masih terbelenggu dalam zona merah sepanjang pekan kemarin.  Kian dekatnya pertemuan The Fed, laju rupiah bukannya keluar dari area oversold malah makin tertekan.  Terlebih,    pelaku pasar kian mencari mata uang yang dinilai sebagai save heaven, di antaranya dolar AS dan mungkin juga yen Jepang sehingga mata uang yang dinilai high risk seperti rupiah kian ditinggalkan

Belum banyaknya pelaku pasar yang beralih kepada rupiah membuat nilai tukarnya belum dapat menguat signifikan dan dolar AS masih bergerak menguat.  Akan tetapi, penguatan dolar AS dapat diimbangi dengan apresiasi euro seiring rilis kenaikan trade balance Italia dan indeks manufacturing PMI serta service PMI Jerman yang juga diikuti oleh indeks yang sama untuk Zona Euro.

Meski laju rupiah sempat menguat tipis, jelang rilis pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) aksi beli dolar AS kian gencar sehingga melemahkan nilai tukar rupiah.  Apalagi nilai tukar yen Jepang kembali melemah setelah dirilisnya penurunan ekspor-impor Jepang yang berujung pada membengkaknya defisit perdagangannya sehingga seolah memberikan peluang penguatan cukup besar pada dolar AS.

Tidak hanya IHSG, rupiah pun turut merespons hasil rapat FOMC.  Bedanya, IHSG melaju positif sementara rupiah kian tertekan dengan hasil rapat tersebut.  Hasil rapat FOMC yang memberikan sinyal pemangkasan stimulus meskipun masih Januari 2014, telah membuat spekulasi terhadap aksi beli dolar AS kian besar.

Di sisi lain,  pelemahan mata uang Asia setelah merespons hasil rapat FOMC tersebut dan juga melemahnya nilai tukar euro seiring aksi wait & see pelaku pasar jelang pertemuan Uni Eropa, juga berimbas negatif pada rupiah hingga akhir pekan. -Sugeng Riyadi-

(ARP/AT)