Diprediksi Rupiah Akan Berada di Rp 11,803 Sampai Akhir Pekan.

Diprediksi Rupiah Akan Berada di Rp 11,803 Sampai Akhir Pekan.AnalisaToday – Rupiah diproyeksikan kembali ke tahap pelemahan di perdagangan pada, Senin (4/8). Di tengah dolar yang semakin kuat, kekhawatiran atas meningkatnya inflasi dan defisit perdagangan menambah beban rupiah.

Indeks Dollar masih terus konsisten mempertahankan tren kenaikan mereka, terutama karena pengumuman PBD triwulan kedua dan Amerika Serikat membaik serta kembali dari pelonggaran kuantitatif easing bulanan kembali $ 25 miliar dalam seminggu terakhir.

Menurut penelitian oleh Samuel Sekuritas, tren penguatan ini dimulai setelah tingkat para penganggur di Amerika Serikat dunyatakan naik pada Jumat (29/7) lalu. Dampak tren di pasar keuangan global terus terasa sampai hari Jumat sore, di mana hampir semua mata uang Asia melemah terhadap dollar.

Setelah istirahat panjang, dolar yang lebih kuat mulai terlihat, dan rupiah tercatat lemah hingga ke Rp 11,803 per dollar AS, pada Jumat.

Neraca perdagangan hari ini diperkirakan akan kembali ke daerah defisit di kisaran 300-400 juta dollar AS. Dengan demikian diperkirakan akan tetap mendukung sentimen pelemahan rupiah ini.

Inflasi bulanan yang diperkirakan tetap tinggi di 0,9-1 persen secara bulanan akan memberikan sentimen positif, mengingat fakta angka tahunan yang berpeluang turun sampai 4,5-4,6 persen.

Hal ini telah memasuki target inflasi BI yang adalah 4,5 persen (± 1 persen). Pelemahan rupiah diperkirakan akan terus bertahan pada awal pekan ini.

Sementara di nilai indeks, beberapa pengembang seperti Agung Podomoro Land (APL), Ciputra Property dan Summarecon Agung, mencatat dua digit penurunan laba bersih dalam enam bulan pertama tahun ini.

Alam Sutera Realty melihat penurunan laba bersih sebesar hampir 5 persen dari Rp 942.110.000.000 (US $ 80 juta) pada semester I tahun lalu menjadi Rp 896.680.000.000 pada periode yang sama tahun ini. Pengembang mencatat sedikit peningkatan, namun, dalam babak pertama pendapatan naik 6,59 persen dari tahun ke tahun menjadi Rp 1,96 triliun.

Sementara itu, Ciputra Property mencatat penurunan dari tahun ke tahun terjun bebes. Lebih 49 persen dalam laba bersih menjadi Rp 132.700.000.000 pada akhir Juni, sedangkan pendapatan untuk periode yang sama merosot sekitar 18 persen secara tahunan menjadi Rp 686.660.000.000.

(Rahmat Hidayat)