Jumat Pagi Nilai Tukar Rupiah Menyusut Tipis

Jumat Pagi Nilai Tukar Rupiah Menyusut TipisAnalisaToday – Rupiah tingkat perdagangan antar bank di Jakarta, Jumat pagi disusutkan sedikit oleh tiga basis poin menjadi Rp 12.297 per dolar AS dari tingkat hari sebelumnya Rp 12.294 per dolar AS. Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, rupiah sedang tertekan tidak hanya oleh dolar AS yang menguat di pasar, tetapi juga oleh yen Jepang dan Euro, yang cenderung bearish.

Ariston mengatakan bahwa (ECB) keputusan Bank Sentral Eropa untuk menambah stimulus di Eropa telah melemahkan Euro, sehingga memperkuat posisi dollar AS di pasar global.

Selain itu, ia mengatakan bahwa investor optimis tentang masa depan ekonomi AS setelah membaca laporan terbaru dari Fed Beige Book. Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa depresiasi mata uang domestik masih terbatas karena Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar keuangan negara

Rupiah, bersama dengan mata uang lainnya di Asia, melemah di sesi penutupan. Bank Indonesia telah berkomitmen untuk mempertahankan tingkat perdagangan rupiah dengan intervensi pasar inthe, “kata Rangga.

Dia memperkirakan bahwa rupiah akan terus terdepresiasi minggu ini. Sementara itu, data Bank Indonesia menunjukkan bahwa mata uang domestik diperdagangkan pada Rp 12.318 per dolar AS, turun dari Rp 12.295 per dolar AS pada sesi perdagangan sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan catatan positif pada hari Kamis, naik 0,22 persen menjadi 5,177.16. Saham perusahaan blue-chip di Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara itu, naik 0,22 persen menjadi 892,18, kantor berita Antara melaporkan. Sebanyak 179 saham menguat, sementara 146 saham melemah dan 83 saham tidak berubah.

Selain itu, data BEI menunjukkan bahwa investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp 200 miliar (US $ 16.200.000) dengan 16:00 pada hari Kamis. Total volume perdagangan dari makan siang untuk penutupan sesi terlibat 4810000000 saham senilai Rp 4640000000000 ($ 375.840.000).

Gainers terbesar LQ45 indeks pada sesi perdagangan akhir Kamis adalah Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Wijaya Karya (WIKA), Bank Mandiri (BMRI) dan PT Waskita Karya (WSKT). Di pasar regional, Hong Kong Hang Seng dan Nikkei Jepang menguat 1,72 persen dan 0,94 persen, masing-masing.

(Reshie Fastriadi)