Jumat Sore, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp 9.735 / USD

by

Jumat Sore, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp 9.735  USDFinancerollNilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (3/5) ditutup menguat tipis 5 poin (0,05%) ke posisi 9.735-9.740 dari posisi kemarin 9.740-9.745.  Penguatan rupiah akhir pekan ini salah satunya lebih dipicu oleh dolar AS yang dilanda profit taking jelang rilis data non-farm payrolls AS nanti malam. Data tersebut memang sudah diprediksi positif jadi 146 ribu dari publikasi sebelumnya 88 ribu.Hanya saja, serangkaian data ekonomi AS yang dirilis belakangan ini cukup variatif. Karena itu, pasar masih punya keyakinan bahwa data non-farm payrolls AS kemungkinan tidak akan sebagus perkiraan.  Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terkuatnya 9.730 dengan level terlemah 9.755 per dolar AS dari posisi pembukaan di level terkuatnya itu.

OctaFX

Ekspektasi pasar itu juga menegaskan pernyataan The Fed pekan ini, bahwa bank sentral siap untuk mengubah program pembelian obligasinya jika kondisi tenaga kerja dan inflasi berubah. Meski non-farm payrolls membaik, pasar punya persepsi lain. Apalagi, kemarin dolar AS menguat signifikan sehingga terjadi aksi ambil untung atas mata uang Abang Sam itu. Penguatan dolar AS akibat European Central Bank (ECB) yang memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 0,5% yang merupakan level terendah.

Selain itu, penguatan dolar AS kemarin juga dipicu oleh komentar negatif dari Prediden ECB Maro Draghi yang menunjukkan kemungkinan adanya pemberlakuan tingkat suku bunga deposito yang negatif.  Ini berlaku bagi perbankan yang menyimpan dananya di bank sentral.  Pelaku pasar melakukan aksi profit taking setelah dolar AS mengalami penguatan tajam kemarin.

Penguatan rupiah hari ini didukung oleh sentimen positif yang muncul dari Australia, Eropa dan Inggris. Tadi pagi pasar mendapatkan indeks harga produsen Australia yang positif. Angkanya tumbuh 0,3% untuk kuartal I-2013 atau lebih tinggi dari ekspektasi dan kuartal sebelumnya 0,2%.

Di sisi lain,  pasar mendapat komentar positif dari Anggota Dewan Moneter ECB Ewald Nowotny yang berhasil meredakan kekhawatiran pasar atas penerapan suku bunga negatif.  Nowotny menyatakan, pemberlakuan kebijakan suku bunga negatif tidak dalam waktu dekat dari level saat ini 0%.  Kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga berlebihan.  Begitu juga dengan data Inggris yang cukup positif.  Penguatan rupiah juga mendapat dukungan dari sektor jasa Inggris yang dirilis naik jadi 52,9 dari sebelumnya 52,4.

FBS Markets Inc

Nilai  dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro.  Indeks dolar AS melemah ke 82,01 dari sebelumnya 82,23.  Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke USD 1,3120 dari posisi sebelumnya USD 1,3060 per euro. [geng]