Naiknya Suku Bunga Belum Lepaskan Rupiah Dari Tekanan

by

Naiknya Suku Bunga Belum Lepaskan Rupiah Dari TekananAnalisaToday – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih melanjutkan pelemahannya. Kurs rupiah diperkirakan bergerak di level Rp 11.465-Rp 11.517 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI).

Seperti yang diberitakan oleh Financeroll.co.id,  pergerakan rupiah masih berada di bawah target resisten Rp 11.421.  Laju rupiah kontradiktif dengan kenaikan BI rate. Meski demikian,  kenaikan  tidak banyak berpengaruh pada laju rupiah yang masih mengalami tekanan secara terbatas.  Di sisi lain, adanya revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh BI menjadi 5,5-5,9 persen dari sebelumnya 5,8-6,2 persen turut berimbas negatif pada rupiah.

Selain itu, BI mencatat nilai tukar rupiah berangsur-angsur stabil dan pasar valas antar bank mulai kembali aktif. Hingga akhir Agustus 2013, tekanan pada tukar rupiah masih berlanjut dan ditutup pada Rp 10.920 per dolar AS, melemah 5,8 persen dibandingkan akhir Juli 2013 atau 11,7 persen dibandingkan akhir 2012.

Sekedar informasi, pada perdagangan non-delivery forward (NDF) sore ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp 11.350 per USD, dibandingkan penutupan pada perdagangan kemarin di Rp per USD.  Sementara BI dalam Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada median Rp 11.494 per USD, dengan pergerakan harian di kisaran Rp 11.437-Rp 11.551 per USD.

(ARP/AT)