Nantikan Pengumuman Suku Bunga Acuan, Rupiah Diperkirakan Menguat Terbatas

by

Nantikan Pengumuman Suku Bunga Acuan, Rupiah Diperkirakan Menguat TerbatasFinanceroll – Nilai tukar  rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (13/5) diprediksi menguat terbatas. Pasar menanti keputusan BI rate dan data China. Potensi terbatasnya penguatan rupiah awal pekan ini salah satunya dipicu oleh pasar yang menanti hasil keputusan dari Bank Indonesia (BI) yang akan mengumumkan BI rate (suku bunga acuan) pada Selasa (14/5).  Pasar akan cenderung wait and see di awal pekan.

Tanpa adanya permintaan eksternal yang cukup solid, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan terbatas sehingga tingkat suku bunga pun akan dipertahankan oleh BI di level 5,75%.  Karena itu, rupiah hanya akan mengalami penguatan terbatas dalam kisaran 9.700 hingga 9.745 per dolar AS.

Selain itu, BI akan memperketat laju pertumbuhan sektor kredit terutama kredit rumah tangga. Tujuannya, untuk tetap menjaga rasio pinjaman terhadap deposito di level yang cukup aman untuk menghindari gelembung (bubble).  Oleh karena itu, seharusnya rupiah bisa mengalami penguatan terbatas awal pekan ini.  Sebab, dengan dipertahankannya tingkat suku bunga, otomatis akan menarik minat investor asing terhadap pasar obligasi yang memicu arus capital inflow terhadap rupiah.

Apalagi, kalau di pasar ada spekulasi terhadap kecemasan inflasi penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang bisa mendorong rupiah ke kisaran terkuatnya.  Tapi, BI tetap melakukan intervensi untuk menjaga agar fluktuasi rupiah tidak terlalu tajam.  Selain itu, penguatan rupiah juga terbatasi oleh dolar AS yang masih cenderung mengalami penguatan.  Aplagi, pasar akan mendapatkan rilis data bulanan industrial output di China yang diperkirakan masih menunjukkan perlambatan awal pekan ini.

Perlambatan ekonomi China ini seharusnya akan direspons dengan risk aversion (aksi hindar risiko) untuk berpaling ke dolar AS.  Industrial output China yang akan dirilis awal pekan ini memang diprediksi di level yang lebih tinggi 9,5% dari publikasi sebelumnya 8,9%. Tapi, ada peluang angkanya justru di bawah ekspektasi.  Sebab, data manufaktur China sebelumnya dirilis di bawah estimasi sehingga industrial output pun bisa di bawah estimasi.  Sebagai informasi,  kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (10/5) ditutup menguat tipis 2 poin (0,02%) ke posisi 9.730-9.738. [geng]