Niai Tukar Rupiah Menyusut Pada Senin Pagi

Niai Tukar Rupiah Menyusut Pada Senin PagiAnalisaToday – Tingkat perdagangan Rupiah antar bank di sesi pertama perdagangan Senin disusutkan sebesar 16 basis poin menjadi Rp 12.947 per dolar dari Rp 12.927 per dolar dalam perdagangan sebelumnya. Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan mayoritas mata uang di kawasan Asia berada di bawah tekanan dari penguatan dolar AS.

“Keseimbangan memburuknya perdagangan Cina diyakini telah membantu mendorong dolar ke atas di pasar Asia pagi ini,” kata Rangga seperti dikutip kantor berita Antara.

Dia mengatakan investor di pasar valuta asing akan fokus minggu ini pada pengumuman Bank Indonesia (BI) suku bunga. “Tingkat BI diproyeksikan tetap pada tingkat 7,5 persen,” katanya.

“Investor juga diharapkan untuk menunggu pertimbangan bank sentral pada pengembangan inflasi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di masa mendatang,” katanya.

Analis valuta asing PT Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong, mengatakan BI akan terus mengelola fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Rupiah berpotensi menguat karena sentimen dalam negeri, di mana ekonomi yang mendasar di Indonesia masih bagus. Pemerintah diharapkan menerapkan beberapa kebijakan untuk menjaga ekonomi domestik untuk membantu mencegah rupiah dari dampak apapun yang bisa timbul dari sentimen eksternal, terutama kenaikan suku bunga AS, “katanya

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 11,60 basis poin, atau 0,21 persen menjadi 5,479.73 pada sesi pertama perdagangan Senin, karena investor kembali melakukan aksi jual. Namun, indeks saham 45-paling likuid (LQ45) turun 2,94 poin (0,31 persen) menjadi 950,26.

NH Korindo Securities Indonesia kepala unit penelitian Reza Priyambada mengatakan beberapa investor terus menjual tindakan mereka, menciptakan beberapa sentimen negatif.

“Kesempatan untuk memperkuat ditutupi oleh aksi jual,” kata Reza seperti dikutip kantor berita Antara.

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa jika tindakan jual, terutama oleh investor asing, lanjutnya, IHSG akan turun minggu ini, namun secara terbatas.

“Tren ekonomi Indonesia yang positif diharapkan dapat membantu mencegah IHSG dari yang dipengaruhi oleh aksi jual,” katanya.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan perekonomian domestik tetap stabil sebagaimana tercermin dalam beberapa data yang dirilis oleh pemerintah, yang seharusnya membantu menghidupkan kembali kepercayaan investor.

(Muhammad Rizal)